oleh

Memaksimalkan Keuntungan dari Penggunaan Dompet Digital

Editor : Lukman-SulBar-

MAMUJU, RAKYATSULSEL.CO – Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual sejak 31 Mei 2021. Kolaborasi ketiga Lembaga ini, khusus pada penyelenggaraan Literasi Digital pada wilayah Sulawesi. Kegiatan kali ini dipandu oleh Jurnalis TV Senior Agung Cahyono yang bertindak sebagai moderator.

Berlokasi di Mamuju, Sulawesi Barat, webinar dengan tema “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital” ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya, Rizky Wijaya selaku Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Startup HIPMI PT Sulsel, Anthony Leong selaku CEO Menara Digital, Idris Parakkasi selaku Wakil Ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Sulawesi Selatan, dan Devie Artini Uga, Pengelola Taman Bacaan Bonus Pontulisi Parigi. Kegiatan kali ini dihadiri sebanyak 397 peserta.

Narasumber pertama, Rizky Wijaya, memaparkan materi “Digital Skill: Cara Menggunakan Dompet Digital dalam Transaksi Elektronik”. Dompet digital adalah aplikasi elektronik yang dapat digunakan untuk membayar transaksi secara daring, tanpa kartu, dan tanpa uang tunai. Pengguna tinggal membawa ponsel pintar mereka. Kelebihan dompet digital praktis dan mudah digunakan, keamanan terjamin, dan mudah mengakses riwayat pembelian. Sedangkan kekurangannya masih sulit diterima bagi yang menyukai transaksi konvensional, terbatasnya merchant yang mendukung, dan membutuhkan jaringan yang mumpuni. “Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan dompet digital adalah menjaga kerahasiaan kata sandi, kata sandi satu kali (One Time Password/OTP), memonitor saldo, rutin mengecek riwayat transaksi, dan pilih penyedia dompet digital terpercaya,” katanya.

Selanjutnya, narasumber kedua, Anthony Leong, membawakan materi “Digital Ethics: Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia menjelaskan bahwa etika digital merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola dunia digital yang sehat dan baik. “Beberapa etiket yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi di internet, antara lain saling menghargai, berfokus pada topik bukan personal, berempati, dan menjaga kredibilitas. Sedangkan untuk keamanan kita harus hati-hati dan waspada terhadap hal-hal negatif yang mengintai,” ujarnya.

Sementara narasumber ketiga, Idris Parakkasi, menjelaskan materi “Digital Culture: Pilih Mana, Nabung atau Belanja Online?”. Menurutnya, aktivitas belanja daring memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah, praktis, pilihan bervariasi, hemat waktu dan tenaga. Sedangkan dampak negatifnya bisa terjadi distraksi, sulit pengendalian atau kontrol, rawan penipuan, dan sulit menjamin kualitas barang. Beberapa tips aman dan bijak dalam berbelanja daring antara lain menghindari membeli lewat jejaring sosial, pilih toko resmi untuk suplemen dan perawatan kulit, dan jangan mudah tergiur harga miring. “Selain itu untuk produk fesyen, tanyakan detail produk kepada penjual dan siapakan video unboxing saat hendak melihat isinya,” ucapnya.

Sebagai penutup, narasumber terakhir Devi Artini Uga, memaparkan materi tentang digital safety. Ia menjelaskan bahwa internet bermanfaat untuk menambah wawasan. Namun, perlu dibarengi dengan sikap kritis dalam memilah maupun memberikan informasi. Perlu ada pengawasan khususnya oleh orang tua kepada anak yang mengakses internet. Internet juga menjadi media sosialisasi yang baik. Namun, tidak boleh sembarangan memberikan data pribadi.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Kegiatan Literasi Digital mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan pastinya mengedukasi para peserta webinar.

Kegiatan Literasi Digital ini disambut positif oleh masyarakat khususnya Sulawesi. Sebagai bentuk penghargaan atas apresiasi peserta webinar, penyelenggara menyediakan dana digital total Rp. 1.000.000,- kepada peserta webinar dengan pertanyaan terbaik. Sepuluh peserta beruntung, akan mendapatkan uang elektronik sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap pertanyaan terbaiknya.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)