oleh

Awas Ketagihan! Belanja Daring Kian Mudah dengan Dompet Digital

Editor : Lukman-Humaniora-

GORONTALO, RAKYATSULSEL.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan kegiatan virtual berupa Rangkaian Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” pada 17 Juni 2021 di Kota Gorontalo, Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan bertema “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital” tersebut dimoderatori oleh Sinta Pramucitra selaku praktisi PR dan menghadirkan narasumber, diantaranya Farhan Abdillah Dalimunthe selaku wirausaha, Irfan Junianto Saleh selaku pendiri Detashop, Faisal Pakaya selaku Ketua Rumah Produktif Indonesia DPW Gorontalo, dan Mugniar Marakarma selaku narablog dan pemengaruh. Kegiatan yang diadakan secara gratis ini diikuti oleh sebanyak 552 peserta dari berbagai kalangan, umur, serta profesi. Rangkaian Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Pembicara pertama, Irfan Junianto Saleh, menyampaikan tema “Dompet Digital Dalam Transaksi Elektronik”. Irfan mengungkapkan, saat ini dompet digital kian diminati masyarakat untuk bertransaksi. Mengutip data Bank Indonesia, pengguna dompet digital pada tahun 2020 meningkat 24,42% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, penggunaan kartu debit menurun 18,9%. “Masyarakat mungkin merasa penggunaan dompet digital lebih aman dan nyaman,” ungkap Irfan.

Irfan menambahkan, dompet digital juga telah diterapkan di gerai ritel masa kini seperti Amazon yang memiliki toko ritel berteknologi kecerdasan. “Pembeli tinggal masuk toko, pindai kode batang, pilih barang, kemudian langsung pulang. Pembayaran otomatis menggunakan dompet digital,” jelas dia.

Narasumber kedua, Faisal Pakaya, membawakan presentasi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Dia menegaskan, transaksi digital juga memiliki etika agar prosesnya lancar, aman dan nyaman. “Bersikaplah seperti berada di dunia nyata. Hindari perselisihan dan berhati-hati kala memberikan data pribadi agar tidak menjadi korban penipuan dan pencurian data,” pesannya. Ia juga memberi sejumlah tips berbelanja daring, di antaranya mencari toko daring tepercaya, mencermati kebijakan yang berlaku, teliti membaca deskripsi produk, dan jangan mudah tergoda harga murah.

Farhan Abdillah Dalimunthe sebagai pembicara ketiga memaparkan materi bertajuk “Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online?”. Ia mengungkapkan bahwa belanja daring dengan segala kemudahannya memang menggiurkan dan membuat penggunanya ketagihan. Menurut catatan Bank Indonesia, transaksi digital meningkat 37,8% secara tahunan, mencakup transaksi perbankan digital dan transfer. “Belanja daring kian mudah dan menggoda, apalagi di era pandemi ini,” ungkapnya. Dibalik kemudahannya, belanja daring bisa menjadi ketagihan jika tidak pandai mengelola keuangan.

Pembicara pamungkas, Mugniar Marakarma, mempresentasikan materi “Belanja Aman dan Nyaman Secara Online”. Dalam paparannya, Mugniar mengingatkan tentang kasus penipuan daring seperti pinjaman ilegal, informasi lowongan kerja palsu, penipuan mengatasnamakan pulsa gratis, sampai undian berhadiah. “Kita harus waspada karena Indonesia rupanya menjadi negara dengan korban penipuan daring tertinggi di dunia. Populasi yang besar membuat Indonesia menjadi pasar potensial kejahatan siber,” jelas Mugniar.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta yang hadir secara daring juga antusias melayangkan pertanyaan kepada para narasumber terkait tema yang disampaikan. Sepuluh penanya terbaik juga berkesempatan mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000.

Kegiatan Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang disampaikan para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)