oleh

Tiga Perusda Belum Setor Deviden

Editor : Armansyah , Penulis :Sugihartono-Berita, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kontribusi Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Kota Makassar terbilang rendah. Minimnya sumbangsih dari perusda membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) anjlok.

Plt Kepala BPKAD Kota Makassar, Helmy Budiman mengatakan, hingga saat ini baru dua Perusda yang telah menyetor deviden. Yakni, PD Parkir dan PD Pasar. “PD parkir dan PD Pasar itu sudah setor, sementara untuk Perusda yang lain belum,” katanya.

Tiga Perusdas yang belum menyetor deviden masing-masing Perusda PDAM, PD Rumah Potong Hewan (RPH) dan Perusda Terminal.

Ia mengaku tak tahu menahu lambatnya Perusda menyetorkan penghasilan kepada pemkot. “Saya juga bingung kenapa belum setor, padahal itu hak Pemkot,” jelasnya.

Pengamat Keuangan dan Kebijakan Publik, Bastian Lubis mengatakan sejak awal dirinya meliat kalau kondisi keungan kota Makassar sedang sakit. Untuk itu, kata Bastian, seharusnya Pemkot dalam hal ini Wali Kota Makassar harus cepat bertindak untuk membereskan dan mengambil alih hal-hal yang berkaitan dengan pendapatan.

Kata Bastian, kalau tidak dikelola dengan baik, maka dipastikan Danny Pomanto akan terseok-seok untuk menyelesaikan beberapa program yang telah ia tuangkan dalam visi misinya.

“Waktu Pak Danny itu sampai 2024 untuk menyelesaikan pekerjaannya, kalau kondisi keuangan masih terus seperti ini, Pak Danny pasti terseok-seok untuk merealisasikan programnnya,” kata Bastian.

Apalagi kata Bastian kondisi di OPD saat ini juga sedang stagnan karena takut dengan resseting. “Semua takut bergerak, stagnan, mau kerja jangan sampai kena resetting, makanya semua bisik-bisik saja dan semua program jalan ditempat,” tuturnya.

Bastian tidak memasalahkan persoalan rendahnya serapan anggaran, tapi yang harus menjadi fokus adalah bagaimana meningkatkan PAD di Kota Makassar.

“Kalau untuk penyerapan anggaran bukan masalah utama, yang penting itu bagaimana menghasilkan uang, ini yang harus jadi fokus, bagaimana memaksimalkan itu, kalau untuk habiskan anggaran hal mudah itu,” tutupnya. (*)