oleh

Gelar Talk Show, FTM Bahas Pengelolaan Sampah di Daerah Wisata

Editor : Armansyah-Berita, Daerah, Gowa, Parawisata-

GOWA, RAKYATSULSEL.CO – Forum Tinggimoncong Membangun (FTM) menggelar talk show dengan tema pengelolaan sampah pada daerah destinasi wisata di Malino Food City Kota bunga Malino Kabupaten Gowa, Sabtu (12/6).

Talk Show tersebut dihadiri oleh beberapa lembaga dan organisasi lain diantaranya adalah LSM Karaeng Puang, DPC Masata Gowa, RBM Gowa (Ruang Belajar Masyarakat) TPP P3MD Gowa, Elang Komando, KNPI, Wakil Foundation, Pondok Ilmu, FKPPI dan beberapa lembaga dan OKP lainnya.

Hadir pula, Ketua DPRD Kabupaten Gowa Rafiuddin, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gowa Muhammad Asrul, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa Azhari dan Camat Tinggimoncong Iis Nur Ismi selaku narasumber dan stekholder Pemerintah.

Camat Tinggimoncong Iis Nur Ismi menjelaskan Tinggimoncong ini merupakan destinasi wisata yang banyak diminati wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah. Hal itu membuat sampah banyak berserakan di kawasan wisata sehingga perlunya pengelolaan sampah yang baik dan tepat untuk mengatasi hal tersebut.

Pemerhati Sampah Daeng Muji yang juga Ketua dari Wakil Foundation menjelaskan sebenarnya sampah ini bukanlah suatu masalah sebab sampah merupakan tempat untuk berpenghasilan besar jika mengerti dalam hal pengelolaan dengan benar.

“Sebenarnya tidak ada masalah dengan sampah hanya kita yang menjadikannya sebagai masalah dan manajemen sampah yang baik juga bisa memutuskan rantai penyebaran covid-19”, tutur Deng Muji.

Sementara, Wakil Forum Pemerhati Lingkungan Sulawesi Selatan Hilman menyampaikan menegaskan mindset masyarakat harus diubah yang dimana masyarakat menganggap bahwa sampah itu kotor.

“Jangan sebut sampah itu sebagai sampah tapi sebutlah sebagai barang bekas artinya barang bekas masih bisa diolah sedangkan sampah tidak bisa diolah inilah mindset yang harus diubah,” tutur Hilman.

Tokoh Masyarakat Amran Aziz Dg Nassa sangat merespon adanya acara tersebut terkait dengan pengolaan sampah. Ia berharap semua element yang hadir pada acara tersebut bisa membuat kontribusi yang nyata kedepannya terkait bagaimana Malino bisa lebih maju lagi sebagai icon destinasi Kabupaten Gowa dan mewujudkan Malino bersih.

“Meskipun belum ada titik cerah dari hasil pertemuan hari ini, kami tidak merasa kecewa sebab telah memberikan usulan, pendapat serta kritikan untuk menumbuh kembangkan destinasi wisata yang nyaman dan bersih, justru kami merasa termotovasi untuk berbuat bagaiamana Malino kedepan yang bersih dan cukup menarik untuk pengunjung,” paparnya.

“Semoga pertemuan selanjutnya segera mungkin lagi di adakan dan kami selaku warga setempat akan tetap turut serta dalam mensukseskan Gowa bersih, oleh karena nya kami meminta etika baik dari semua lapisan masyarakat bahu membahu bisa mewujudkan itu semua,” harapnya.

Ketua DPRD Gowa Rafiuddin mengatakan acara tersebut cukup menarik untuk di bahas dan bukan hanya acara seremonial saja tapi harus ada tindak lanjutnya danuntuk menindak lanjuti kegiatan tersebut dari apa yang teman teman telah sampaikan dan wacanakan untuk permasalahan sampah.

“Dari beberapa peserta talk show telah memberikan pendapat cukup beragam masukan, nah sekiranya hal tersebut lah yang harus kita tindak lanjuti untuk menangani permasalahan sampah tersebut, karena menyelesaikan sampah sama hal nya kita memberanras peredaran mata rantai penyakit seperti hal nya covid-19,” tukas Rafiuddin.

FTM berharap semua stakeholder senantiasa berfikir dan berkarya dalam membantu pengembangan Tinggimoncong dalam segala aspek pembangunan yang ada yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa pada umumnya dan Kecamatan Tinggimoncong pada khusunya. (*)