oleh

NA Pernah Non Jobkan Tersangka Edy Rahmat

Editor :Armansyah , Penulis : Sugihartono-Berita, Hukum, Kasus Korupsi-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Nurdin Abullah (NA) mengaku pernah menonjobkan Edy Rahmat saat menjabat Gubernur Sulsel. Namun dikembalikan, bahkan sejak saat itu Edy Rahmat mendapat promosi jabatan hingga tiga kali.

Hal itu terungkap ketika NA menjadi saksi dipersidangan terdakwa Agung Sucipto, Kamis (10/6). Kata dia, dirinya mengenal Edy saat dirinya masih menjadi Bupati di Bantaeng.

“Tidak dekat, dia itu saya pernah non jobkan. Saya tau perilaku dia, satu tahun saya non jobkan, Karena saya mendengar yang bersangkutan cukup meresahkan. Dia (Edy Rahmat,red) jual nama dan pak wagub juga tidak sreg sehingga kita tidak kasi jabatan dulu,” kata Nurdin Abdullah saat dicecar pertanyaan oleh Jaksa terkait kedekatannya dengan Edy Rahmat.

Hanya saja, kata Nurdin, setelah banyak yang merekomendasikan kalau Edy Rahmat telah berubah, Ia kemudian memberikan jabatan kepada Edy sebagai Kepala Seksi Bina Marga.

“Kepala seksi bina marga, sekitar tahun 2020,” katanya.

Kemudin tak lama berselang Edy kembali mendapat jabatan Eselon tiga dan akhirnya dipercayakan untuk menjabat sebagai sekertaris dinas.

“Karena kepala dinasnya menjabat PLT, karna ada masalah juga di sekertaris dinasnya, maka dia menjabat sebagai sekertaris, 2021 awal kalau tidak salah,” ungkap NA.

Meski demikian, NA membantah kalau dirinya telah menyuruh Edy rahmat untuk meminta uang operasional kepada Agung Sucipto dengan alasan NA pada saat itu berangkat ke Jakarta.

NA juga membantah kalau Edy Rahmat pernah diberitahu kalau Agung Sucipto meminta beberapa proyek untuk dikerjakan di Sulawesi Selatan.

“Tidak menyampaikan, tapi dia bertanya, Edy rahmat tidak akan berani bicara begitu ke saya,” tutupnya. (*)

Komentar