oleh

Azhar Arsyad Sebut Pelatihan Berbasis Kompetensi Solusi SDM

Editor :Armansyah , Penulis : Suryadi-Berita, Daerah, Legislatif, Pinrang-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Sulsel Azhar Arsyad menghadiri sekaligus membuka acara pelatihan berbasis kompetensi di Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang, Kamis (10/6) malam.

Azhar Arsyad mengatakan, kebutuhan tenaga kerja terampil tidak terelakkan di tengah persaingan kerja yang sangat kompetitif. Sehingga, kegiatan stimulan yang bisa menjadi solusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif.

“Ketika pelatihan selesai ilmu yang diperoleh bisa langsung difungsikan apakan membuat usaha mandiri ataukah bekerja di perusahaan,” jelas Azhar, Jumat (11/6).

Ketua fraksi PKB DPRD Sulsel itu menyampaikan dengan pelatihan berbasis kompetensi ini bisa ditentukan sesuai paket-paket pelatihan yang di butuhkan oleh masyarakat. Mulai dari menjahit, tata rias,servis sepeda motor, tata boga, servis AC.

Lanjut Azhar Kesuksesan bukan Uang sebagai modal utamanya akan tetapi kemauan dan Planning atau perencanaan kuncinya.

“Jadi mariki Serius mengikuti pelatihan Ini,karna ini bukan pelatihan Abal-Abal ini pelatihan yang langsung dari Kemnaker yang memiliki standar,” tuturnya.

Azhar juga mengimbau kepada peserta agar jangan terlalu menggubris berita-berita hoaks dan mengajak untuk bersama menekan penyebaran covid serta menerapkan protokol kesehatan.

Terpisah, Kepala BLKI Makassar Fitroh Hanrahmasan mengatakan dalam kegiatan ini peserta akan mendapatkan sertifikat yang langsung dari kementrian tenaga kerja. Kegiatan ini sesuai standar KKNI yang di terapkan oleh semua pelatihan di seluruh Indonesia dibawah naungan Kemnaker.

“Saya harapkan peserta harus serius mengikuti pelatihan karna ini adalah bekal untuk mendirikan usaha hingga bisa bekerja di beberapa perusahan atau unit kerja. Sebab, kompetensi harus memiliki daya saing di tunjang oleh keseriusan setiap individu,” tukasmya.

Yang tak kalah pentingnya, sambung Fitroh adalah manajemen waktu agar bisa di atur disesuaikan dengan pelatihan dengan kegiatan pribadi. “Niat kita harus diluruskan dan ikhlas mengikuti pelatihan berbasis kompetensi agar apa yang kita cita-citakan bersama bisa tercapai,” pungkasnya. (*)