oleh

Andi Utta Lantik 268 Pejabat Pemkab Bulukumba

Editor :Armansyah , Penulis : Salahuddin-Berita, Bulukumba, Daerah, Pemerintahan-

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.CO – Bupati Bulukumba, Muhtar Ali Yusuf melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah 268 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Bulukumba, Jumat (11/6).

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait mutasi yang dilakukan mantan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali tahun 2020 lalu.

“Sesungguhnya kebijakan yang dilaksanakan kali ini terasa berat bagi kami selaku Bupati Bulukumba bersama wakil bupati yang baru mengawali
pemerintahan beberapa bulan ini,” Kata Muhtar Ali Yusuf.

Salah satu pejabat struktural yang dikena dampak rekomendasi KASN adalah Asisten I Bidang Adminitrasi Pemerintahan Andi Buyung Saputra. Ia dikembalikan ke posisi semula sebagai Kepala Bagian di Setda Bulukumba.

Diketahui, mutasi 268 pejabat struktural yang dilakukan Bupati Bulukumba periode 2016-2021, AM Sukri Sappewali, 2020 lalu menuai kontroversi. Mutasi tersebut dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Bulukumba terkait dengan mutasi tersebut. Hasilnya, KASN memerintahkan 268 pejabat struktural dikembalikan ke posisinya
semula.

Namun, hingga AM Sukri Sappewali mengakhiri masa jabatanya sebagai Bupati Bulukumba belum juga dilaksanakan rekomendasi KASN. Usai dilantik, Bupati Bulukumba Muhtar Ali Yusuf, menindak lanjuti rekomendasi KASN mengembalikan 268 pejabat struktural ke posisinya semua berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati.

Itu artinya, Bupati HA Muhtar Ali Yusuf membatalkan SK 268 pejabat yang diteken mantan Bupati AM Sukri Sappewali. “Tentu juga akan terasa berat bagi saudara sudaraku ASN yang terkena mutasi pada pelantikan pejabat struktural ini,” terang Andi Utta.

Bupati Bulukumba tidak bisa menghindar dari rekomendasi KASN. Rekomendasi KASN wajib dijalankan. Langkah ini harus kita tempuh bersama untuk melaksanakan aturan demi perbaikan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

“Pelantikan ini ibaratnya kita menelan pil pahit. Semua merasakan pahit, namun, efeknya akan menyembuhkan penyakit, memperbaiki segala kekurangan yang terjadi selama ini,” ujarnya. (*)