oleh

Pemda Belum Bayar Tunggakan PJU, AMI Takalar Unras di Depan Kantor Bupati

Editor :Armansyah , Penulis : Supahrin-Berita, Daerah, Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dari Aliansi Mahasiswa (AMI) Takalar melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) di depan Kantor Bupati Takalar, Kamis (10/6).

Aksi ini dilakukan karena Penerangan Jalan Umum (PJU) di cabut oleh PLN Takalar. Ini disebabkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Takalar tidak menyelesaikan tunggakan pembayaran PJU ke PLN Takalar berkisar miliaran rupiah yang terhitung sejak bulan Januari, Februari dan Maret 2021.

Jendral Lapangan AMI, Fatur, mendesak Sekretariat Daerah (Sekda) Takalar untuk segera menyelesaikan tunggakan PJU tersebut. Kalau Pemda Takalar, tak bisa menyelesaikan tunggakan PJU itu, mendingan mundur saja dari jabatannya, tegas Fatur dalam aksinya.

Kemudian, diketahui dalam beberapa bulan ini di Kabupaten Takalar terjadi gejolak antara Pemda dan pihak PLN di mana Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan umum diputus. Sebab, Pemda tak bayar tunggakan.

“Padahal masyarakat telah dibebankan pemungutan dan penyetoran pajak penerangan jalan dan pembayaran rekening listrik
Pemda Takalar dalam perjanjian kerja sama (MoU) antara PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultar, dan Sulbar, Up3 Makassar Selatan dengan Pemda Takalar,” tegasnya.

Kondisi jalan masih gelap gulita hingga saat ini. Sehingga, kata Fatur, pihaknya pertanyakan hasil PPJ yang dipungut Pemda Takalar. AMI Takalar akan kembali unras dengan massa lebih banyak jika tuntutan tak diindahkan.

“Kami menuntut Pemda Takalar dalam hal ini Bupati Takalar dan Sekda harus mempertanggung jawabkan atas pemadaman dan pemutusan lampu tersebut,” jelasnya.

“Pemda Takalar harus mengembalikan hasil pajak penerangan jalan (PPJ) kepada masyarakat Takalar ketika di sepanjang jalan tidak kembali terang,” tegasnya. (*)