oleh

Taufan Pawe Pasang Kuda-kuda Maju Pilgub 2024

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar se-Sulsel berjalan harmonis. Kekompakan para kader membuat Musda berhasil terlaksana tanpa adanya riak.

Sejauh ini, sudah ada 14 dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang telah menggelar musyawarah daerah. Dari 14 tersebut, semua ketua terpilih secara aklamasi. Tidak ada pertarungan antar kandidat.

Mereka yang terpilih diantaranya Basli Ali (Selayar), Yohanes Bassang (Toraja Utara), Munafri Arifuddin (Makassar), Andi Ilham Zainuddin (Pangkep), Suhartina Bohari (Maros), Usman Marham (Pinrang), Zulkifli Zain (Sidrap), Patahuddin (Luwu).

Selanjutnya, Baso Rahmanuddin (Wajo), Andi Kaswadi Razak (Soppeng), Iksan Iskandar (Jeneponto), Andi Fahsar M. Padjalangi (Bone), Ambas Syam (Gowa) dan Meyrza Farid Arman (Bantaeng).

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng mengatakan, para kandidat ketua terpolih secara aklamsi lantaran beberapa daerah hanya diikuti satu calon.

“Seperti di Bantaeng hanya satu pendaftar (Meyrza) jadi akalamsi. Kalaupun ada kandidat lain tapi tidak memenuhi syarat, seperti di Gowa. Di Gowa memang ada empat kandidat (Hoist Bachtiar, Andi Ishak, Yusuf Sommeng dan Ambas Syam). Tapi cuma satu yang memenuhi syarat (Ambas Syam) jadi aklamasi. Kalau di Maros, Andi Patarai Amir tidak mengembalikan formulir,” jelas Marzuki Wadeng, Minggu (6/6/2021).

Mantan anggota DPRD Sulsel ini memastikan seluruh kader akan solid dengan hasil musda. Termasuk solid mendukung Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe maju di Pigub Sulsel mendatang.

“Kami sekarang solid dan dan terkendali,” ucapnya.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP) mengatakan, ada beberapa variabel keterpilihan Ambas Syam sebagai Ketua DPD II Golkar Gowa.

“Diantaranya senioritasnya di Golkar. Ambas Syam dinilai matang. Punya pengendalian dan kecerdesan emosianal baik,” katanya.

TP berpesan agar jangan biarkan ketua terpilih (Abas Syam) berkerja sendiri. Jangan juga abaikan pimpinan kecamatan yang masih punya semangat. Tapi kalau sudah tidak ada kepedulian, wajar kalau dievaluasi.

“Insya Allah kami dari DPD I akan melakukan pemantauan sampai kepada persoalan evaluasi kinerja dari semua pengurus-pengurus yang ada,” kata TP.

Ketua MKGR Sulsel menegaskan, ketua DPD II yang terpilih tidak mutlak dicalonkan menjadi calon kepala daerah usungan Golkar. Banyak variabel transparansi yang dibutuhkan. Salah satunya hasil survei kandidat tersebut.

“Tingkat partisipasi pemilih Kabupaten Gowa cukup tinggi. Disitu nanti ditemukan siapa yang pantas menjadi kepala daerah. Dilihat dari variabel tingkat kesukaaan masyarakatnya harus tinggi. Selanjutnya tingkat keterpilihannya juga harus tinggi. Jadi Golkar adalah partai modern dan partai yang terbuka,” jelasnya.

Wali Kota Parepapare dua periode ini meminta, Ambas Syam merangkul para bakal calon ketua Golkar Gowa. Mengingat, dari sekian banyak kader, para bakal calon ketua tersebut sudah memberanikan diri maju dengan satu tujuan membesarkan Partai Golkar.

“Para calon ini mempunyai keinginan kuat untuk maju. Berarti dalam pikiran dan hatinya, adalah pribadi-pribadi yang mencintai Partai Golkar. Mereka punya semangat tidak diragukan,” harapnya.

Ketua DPD II Golkar Gowa terpilih, Ambas Syam percaya diri mengembalikan kejayaan Golkar di Gowa melalui kursi parlemen pada Pemilu 2024 mendatang.

Ambas Syam menargetkan Partai Golkar mengulang kejayaan di Pemilu 2024 mendatang. Ia ingin meraih 9 kursi. Dia menyebutkan perlu melakukan penguatan kelembagaan.

“Golkar Gowa perlu tinjau kembali struktur. Insya Allah Pileg 2024 bisa kita menangkan. Dari 3 kursi jadi 9 atau 10 kursi,” kata Ambas Syam setelah terpilih.

Bagi Ambas Syam, mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Gowa bukanlah pekerjaan mudah. Dia berjanji akan merangkul semua pihak. Ia akan melakukan konsolidasi internal dan konsolidasi eksternal.

Ambas Syam juga mengaku akan membangun hubungan baik dan komunikasi dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. “Saya selalu komunikasi dengan Pak Bupati Gowa, dalam rangka Musda kita harus melapor ke dia. Apalagi dia tokoh Golkar dan kepala daerah tidak boleh saya tinggalkan,” katanya.

Saat ini Golkar sedang terpuruk di Kabupaten Gowa. Beringin hanya meraih tiga kursi, kalah jauh dari PPP 8 kursi, Gerindra 7 kursi. Kemudian Demokrat 6 kursi, Nasdem 5 kursi, PKB 4 kursi, Perindo 4 kursi.

Bersama formatur lainnya, Ambas Syam akan menyusun komposisi pengurus Partai Golkar dalam 30 hari ke depan. Ambas Syam belum mau membocorkan kriteria dan latar belakang calon pengurusnya.

“Terkait yang mengisi formatur belum bisa dirincikan nama-namanya, nanti akan dibahas pada rapat formatur,” katanya.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan sebagai ketua Partai Golkar, TP punya previlege (keistimewaan) akses pada kandidasi Pilgub 2024. Bagaimanapun TP sedang memimpin partai, yang secara tradisi selalu mengusung ketuanya di pencalonan Pilgub Sulsel.

“Artinya Partai Golkar sudah terbiasa pada positioning mengusung kader di posisi calon gubernur, bukan sebagai calon wakil gubernur,” katanya.

Sementara mekanisme aklamasi sejauh ini mampu mengendalikan dinamika Musda DPD II. Tinggal menunggu hasilnya. “Apakah keputusan-keputusan menghasilkan pemimpin secara aklamasi itu berkorelasi dengan peningkatan suara Partai Golkar di Pileg dan Pilpres 2024. Ujian yang kepemimpinan sesungguhnya bagi TP,” ujarnya.

Peluang TP di persaingan Pilgub 2024 ditentukan performa elektoral partai Golkar di Pileg dan Pilpres 2024. “Kalau berhasil meningkatkan perolehan kursi Golkar legislatif, tentu peluangnya akan semakin terbuka,” tutupnya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Lukman Irwan mengatakan apa yang dilakukan TP menjadi tanda positif untuk Partai Golkar bangkit pada Pileg dan Pilkada 2024 nanti.

“Pelaksanaan Musda secara aklamasi itu bertanda positif karena konsolidasi internal antara partai bisa berjalan dengan baik dan harmonis dan ini tanda positif untuk mensolidkan kader internal,” katanya.

Ini menjadi nilai positif bagi TP sampai konotasi Pilgub nanti, apalagi sebagai besar yang menjadi ketua DPD II Golkar merupakan kepala daerah, seperti Basli Ali (Selayar), Yohanes Bassang (Toraja Utara), Suhartina Bohari (Maros), Andi Kaswadi Razak (Soppeng), Iksan Iskandar (Jeneponto) dan Andi Fahsar M. Padjalangi (Bone).

“Ini menjadi nilai plus bagi Partai Golkar dengan menjadikan kekuatan Pilgub 2024,” tutupnya. (*)