oleh

Pendaftar CASN Diprediksi Membludak

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini diprediksi membludak. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memprediksi, pelamar yang mendaftar CASN di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan tembus pada angka 10 ribu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jauzi mengatakan, pendaftar CASN kali ini akan mencapai 10 ribu. Alasannya, kata Imran, jumlah formasi tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Tahun 2020 formasi CASN hanya 200 lebih namun pendaftar mencapai 6 ribu. Sementara tahun ini formasinya mencapai 349 formasi, terdiri dari tenaga kesehatan 103 formasi dan sisanya tenaga teknis 246 formasi.

“Saya prediksi sampe 10 ribu pendaftar. Dulu kan 6 ribu lebih dengan formasi 200 lebih. Ini kita 300 lebih, saya prediksi 10 ribu pendaftar,” ucap Imran Jauzi, Minggu (6/6).

Belum lagi untuk penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK), jumlah formasi yang diberikan pemerintah pusat sebanyak 8.371, sementara jumlah honorer sebanyak 11 ribu.

“Honorer kan angkanya jelas 11 ribu, jadi ini bisa dijadikan kesempatan bagi mereka dengan jumlah formasi yang cukup besar,” katanya.

Penentuan formasi kata Imran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Usulan formasi tersebut Kemarin mulai dilaporkan sejak Agustus hingga September 2020 lalu. Totalnya sebanyak 3155 usulan terdiri dari 2070 formasi CASN 538 formasi inpassing, dan 547 formasi PPPK. Sementara, kuota yang diberikan sebanyak 412 fromasi CASN dan 8371 PPPK.

“Ini sekarang Juli diminta lagi formasi (untuk 2022). Jadi kami meyakini formasi yang kita minta itu jadi kebutuhan, kalaupun tidak sesuai dengan jumlahnya itu kan masalah teknis saja. Jadi tidak ada perubahan formasi,” sebutnya.

Untuk pengangkatan tenaga PPPK kata Imran dikhususkan bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi dan terdaftar di dapodik Kemendikbud. Diharapkan dari 11 ribu lebih honorer guru di Sulsel bisa terserap dengan kuota 8.371 yang sudah disediakan.

“Untuk tahun ini masih diperuntukkan bagi honorer yang mengabdi, yang ini belum dibuka untuk tenaga guru baru atau sarjana baru, karena memang kebijakan pemerintah pusat diprioritaskan yang sudah mengabdi. Jadi ini kesempatan bagi seluruh tenaga honorer,” paparnya.

Soal kesiapannya, Pemprov Sulsel tentu sangat siap karena sudah menjadi fasilitator tiap tahunnya. Selain itu, Sulsel juga akan menjadi penyedia layanan untuk daerah-daerah. Dengan fasilitas yang mumpuni, Imran yakin bisa mendapat sumber pendapatan dari penyediaan pelayanan tersebut.

“Kita manfaatkan ini, selain mandiri kita mau bantu kabupaten kota sebagai sumber pendapatan Pemprov. Karena kan BKD tdak pernah jadi sumber pendapatan, jadi saya mau tahun ini BKD jadi sumber pendapatan,” ujarnya.

Soal jadwal tahapan perekrutan CASN dan PPPK kata Imran belum ada kepastian dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Apalagi, petunjuk teknis belum dirampungkan sebagai pedomannya menjalankan proses seleksi.

“Pak Bima Arya (kepala BKN) sudah menyampaikan bahwa proses pendaftaran CPNS harus ditunda dengan beberapa alasan, pertama ada perangkat regulasi yang harus dilengkapi, yang kedua ada perubahan formasi, ketiga ada masukan dari para penyelenggara, butuh waktu dan sebagainya,” paparnya.

Menurutnya, penyesuaian khususnya persyaratan jadi dasar yang kuat untuk menunda pembukaan pendaftaran yang direncakan akhir Mei lalu. (*)