oleh

Kondisi TPA Overload, Proyek PLTSa Diminta Dipercepat

Editor :Armansyah-Berita, HL, Legislatif, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Tamangapa Manggala sudah overload alias mencapai ambang batas. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar harus segera memberi solusi.

Salah satu usulan untuk mengatasi persoalan sampah di TPA, yakni Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Anggota Dewan DPRD minta program ini harus dipercepat.

Sekertaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli mengatakan kondisi ini tidak bisa terus didiamkan. Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Makassar mesti dipercepat.

“Tinggi sampah di TPA kita ini luar biasa dan sewaktu-waktu longsor, ini yang kita khawatirkan. Saya berkunjung ke TPA, itu tingginya sampai 40 meter. Makanya kita minta proyek PLTSa ini dipercepat,” kata Fasruddin, Minggu (6/6).

Menurut legislator Fraksi PPP ini, pembangunan PLTSa dianggap paling efektif untuk menangani masalah persampahan di Kota Makassar. Efektivitas PLTSa dalam mengelola sampah bahkan sudah dilihat langsung saat melakukan kunjungan kerja di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Di Kota Surabaya, kata Acil–sapaan akrabnya, sampah yang dibuang ke TPA mencapai 1.200 sampai 1.500 ton per hari. Namun berkat adanya PLTSa, tidak terjadi penumpukan sampah, Pemkot Surabaya masih menghemat lahan kurang lebih 23 hektar dari total 35 hektar. Itu dikarenakan sampah yang dibuang ke TPA dibakar melalui PLTSa.

“Sekarang itu sisa lahannya tinggal 12 hektar yang dia pakai, sehingga ada lahan kosong yang dimiliki Pemkot Surabaya. Jadi, saya minta Pemkot Makassar tetap menggunakan TPA yang ada di Antang, dan disiapkan PLTSa,” ungkapnya.

Jika Pemkot Makassar sudah menggunakan PLTSa, maka ketersediaan lahan yang selama ini menjadi masalah bisa diatasi. Tidak perlu lagi ada pembebasan.

“Kalau kita pakai PLTSa, banyak lahan-lahan kita di TPA yang akan kosong. Karena kan ini prosesnya pembangkaran,” pungkasnya. (*)