oleh

WR 3 UNM Hadiri Penutupan dan Ramah Tama Sains

Editor :Arif Saeni-Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL. CO—- Badan Pelaksana Sains pada Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Penutupan dan Ramah Tama SAINS (Studi Al-Qur’an Intensif) pada Semester Genap 2021, secara daring pada Sabtu, 5/6/2021.

Studi Al-Qur’an Intensif (SAINS) pada Semester Genap 2021 diikuti oleh 4 fakultas, diantaranya FMIPA, FT, FSD, dan FPsi.

Dr H Amri Rahman Lc M PdI, yang juga Koordinator Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam UNM, mengatakan bahwa belajar Al-Qur’an sulit dilakukan kalau tidak ada yang mendengar, karena itu butuh pendampingan.

“Prestasi bukan hanya diukur dari prestasi akademik mahasiswa tetapi berbanding lurus antara prestasi dan ahlaqul karimah dalam berbabangsa dan bernegara,” tuturnya.

Sementara itu, Prof Dr Sukardi Weda, yang juga Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, d
memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan ini.

Sukardi Weda menambahkan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman dan rahmat bagi orang-orang yang yakin. Sukardi Weda juga mengajak kepada mahasiswa untuk berprestasi dan berakhlaqul karimah, dan dapat berturur dan berperilaku yang baik, yang santun dalam kehidupan sehari-hari, harapnya.

Ust. H Ardian Kamal M Sc, yang juga Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia dan Da’i Markaz Inayah Kota Riyadh, Arab Saudi. Dalam Daurah Al-Qur’an bertajuk “Bagaimana Melahirkan Mahasiswa yang Beraklak Mulia dengan Al-Qur’an,” yang dibawakannya, Ust H Ardian Kamal mengatakan bagaimana menjadi ilmuan, itu masih berada dalam ketidaktahuan, masih berada dalam kegelapan, tetapi dengan keberadaan Al-Qur’an, maka jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk untuk menjadi ilmuan. (**)