oleh

Ambas Syam Calon Kuat Pimpin Golkar Gowa

Editor :Armansyah-Berita, Daerah, Gowa, Partai-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar kabupaten Gowa sudah siap dilaksanakan di Grand Town Hotel Makassar, Jalan Pengayoman, Sabtu (5/6). Diketahui, sampai saat ini Ambas Syam masih jadi calon kandidat terkuat karena telah memenuhi syarat untuk bertarung pada Musda tersebut.

Sementara tiga calon kandidat lainnya masih terganggu beberapa persyaratan, seperti Muh Ishak terhalang karena sang istri, Tenri Olleh Yasin Limpo, berstatus kader Partai NasDem.

Begitu pun Muh Yusuf Sommeng, dia belum genap lima tahun jadi kader Partai Golkar. Sedangkan Hoist Bachtiar, walau sudah berkiprah di partai Golkar cukup lama, namun mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel ini tercegah karena tercatat bukan penduduk Kabupaten Gowa.

Untuk memuluskan jalan mereka untuk memperebutkan kursi ketua DPD II Golkar Gowa, maka harus mengantongi surat diskresi yang dikeluarkan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Ketua Panitia Musda DPD II Golkar Gowa, Baharuddin Dg Emba mengaku jika sampai saat ini belum ada satu pun calon kandidat yang mendapatkan diskresi dari DPP.

“Sampai sekarang belum ada yang menyetor diskres. Kalau ada, mungkin besok (hari ini, red) saat Musda,” ucapnya saat dikonfimasi Rakyat Sulsel, Jumat (4/6).

Disisi lain, lanjut Baharuddin, untuk teknis dalam pelaksanaan Musda semuanya sudah siap baik itu perlengkapan dan lain sebagainya. “Mungkin capai 99 persen,” ucapnya.

Ia melanjutkan, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, panitia Musda Golkar telah melakukan koordinasi dengan semua pihak khususnya keamanan.

“Kita sudah koordinasi dengan Polrestabes Makassar dan akan dibantu Personel Polres Gowa. Kalau jumlahnya saya tidak tahu berapa. Kita juga sampaikan satgas Covid-19 tapi itu urusan pihak perhotelan,” ujarnya.

Baharuddin juga menyampaikan, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Panitia Musda membatasi peserta masuk ruang.

“Pesertanya maksimal 150 dan itu pada saat pembukaan tapi pada Saat Musda hanya 50 orang. Semua hanya pemiliki suara,” jelasnya.

Sementara itu, Andi Ishak mengemukakan, sebelumnya memang ada wacana untuk menarik surat pendaftaran dari Pimpinan Kecamatan.

“Sampai saat ini belum, masih menunggu pertimbangan teman-teman (Pimpinan Kecamatan) kan masih ada waktu dan saya maju karena didukung Pimpinan Kecamatan,” katanya.

Mengenai diskresi, kata dia, memang telah meminta ke DPD I Golkar Sulsel untuk diteruskan ke DPP pada tanggal 3 Februari dan itu dilakukan sebelum mendaftar sebagai calon ketua DPD II Golkar Gowa.

“Tapi sampai saat ini tidak pernah ada surat pengantar masuk (ke DPP), malahan pak TP (Taufan Pawe) mengatakan tidak ada calon yang melakukan permohonan, tapi saya memiliki bukti masuk,” bebernya.

“Jadi ada kesalahan administrasi yang masuk ke DPD I. Sedangkan saya memiliki bukti tanda terima,” sambung Andi Ishak.

Ia menambahkan, jika Hoist Bachtiar yang meminta diskresi melalui lisan juga tidak ditanggapi oleh ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe. “Secara tertulis saja tidak ditanggapi, apalagi kalau berbicara soal lisan. Berarti amburadul administrasi di DPD I,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Hoist Bachtiar menduga ada intervensi DPD I Golkar Sulsel dalam pelaksanaan Musda, walau dirinya berharap agar Musda kali ini berjalan adil dan tanpa ada tekanan.

“Saya melihat, DPD I ada intervensi dalam penyelenggaraan Musda Golkar Gowa. Padahal kami-kami ini mau bertarung secara adil,” katanya.

Hoist mengatakan, bentuk intervensi tersebut dengan mendorong Pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Gowa, Ambas Syam menjadi ketua. Dan ini, kata dia, ada rencana DPD I untuk memuluskan Ambas menjadi ketua defenitif.

“Mungkin DPD I melihat, bahwa tiga pendaftar ini tak ada yang disuka. Makanya mereka mendorong Ambas Syam maju sebagai ketua,” ucapnya.

Soal diskresi, Hoist mengaku sudah menyampaikan kepada DPD I untuk meminta rekomendasi kepada DPP. Namun sampai saat ini, tak ada kabar dan informasi.

“Makanya saya bilang, jika tak ada diskresi yang keluar dari DPP, maka kami bertiga tidak bisa bertarung. Sehingga Pak Ambas yang tak butuh diskresi bisa menjadi calon dengan mudah,” ucapnya.

Meski demikian, Hoist mengaku akan tetap maju sampai hari pertarungan. Apalagi dia percaya diri setelah mengantongi dukungan yang cukup dari pimpinan kecamatan (Pincam).

“Ada syarat yang harus dikantongi bakal calon ketua dan mesti disetor saat Musda. Yakni dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara. Nah saya bisa garansi, saya memiliki 10 suara dari Pincam,” tegasnya.

Disinggung soal bakal calon ketua lainnya yakni Andi Ishak berencana mundur. Hoist meminta kepada mantan Ketua DPRD Gowa itu untuk bersabar. Dan jangan menarik berkas pencalonannya dari panitia.

“Baiknya Pak Ishak jangan dulu ditarik berkas pencalonannya. Ikut saja sampai hari Musda. Biarkan sama-sama kita ini bertarung,” pungkasnya. (*)