oleh

Prof Din Syafruddin Kagum Lihat Fasilitas Kelas 1 Penanganan Covid-19 Soppeng

Editor : Armansyah , Penulis :Ilham-Berita, Daerah, Soppeng-

SOPPENG, RAKYATSULSEL.CO – Tim Central of Disease Control (CDC) bersama Lembaga  Biomolekuler Eijkman Jakarta dan Univesitas Hasanuddin melakukan kunjungan ke Kabupaten Soppeng, Kamis (3/6).

Kunjungan tersebut di pimpin oleh Prof Din Syafruddin dari Lembaga Eijkma bertujuan untuk melihat aktivitas penanganan Covid 19 di Kabupaten Soppeng.

Didampingi Bupati Soppeng Kaswadi Razak, Prof Din Syafruddin menjelaskan, saat ini pihaknya memiliki kegiatan di Makassar untuk menangani kasus demam yang tidak diketahui penyebabnya. Sehingga, kedatangannya juga ingin melihat prosedur penanganan Covid diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

“Kami sangat kagum bahwa Kabupaten Soppeng memiliki fasilitas kelas 1 untuk penanganan covid-19, dimana hal ini sangat jarang di Indonesia,” ujarnya.

“Untuk tingkat Kabupaten yang mempunyai penanganan Covid, yang terbagus di Kabupaten Soppeng dan kunjungan ini juga sebagai bagian dari kerjasama antara lembaga Eijkman dan Universitas Hasanuddin,” tambahnya.

Selain itu, sambung Prof Din, pihaknya ingin mengajak Kabupaten Soppeng untuk berpartisipasi mengembangkan kemampuan laboratorium yang sudah dimiliki sekarang,

“Kami ajak Kabupaten Soppeng berpartisipasi  bukan hanya menangani covid tapi juga menangani kasus-kasus lainnya. Sehingga kita ingin mempersiapkan kemampuan teman-teman baik dari tenaga Epidemiologi maupun tenaga laboratorium di Soppeng untuk menangani kasus selain Covid-19 serta kemungkinan munculnya penyakit baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubag TU UPTD Lankesda Soppeng Fatmawati mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan penelitian dan pemetaan sebaran penyakit penyebab demam akut di kawasan Timur Indonesia melalui kasus berbasis RS dan Puskesmas.

“Pilot project kegiatan ini dari Lembaga Eijkman bekerjasama dengan CDC Atlanta, Kemenkes dan Unhas. Soppeng menjadi pilihan karena Lembaga Eijkman melihat potensi  sarana dan prasarana yg ada di Soppeng untuk mendukung penelitian penyakit zoonosis,” Kata Fatma.

“Tujuan kerjasama ini Untuk membangun sistem surveilans berbasis laboratorium sehingga penegakan diagnosa penyakit berdasarkan fakta laboratorium utk memperoleh pengobatan yg tepat bagi masyarakat,” tambahnya. (*)