oleh

Genjot Penagihan Tunggakan, PDAM Raker dengan Kejari Takalar

Editor :Armansyah-Berita-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar di ruang pola PDAM Takalar, Kamis (3/6).

Plt Direktur PDAM Takalar, Budiar Rozal menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk tindaklanjut dengan Kejari Takalar yang tertuang dalam MoU alias kerjasama. Poin yang dibahas terkait penagihan ke penunggak pembayaran PDAM.

“Jadi, raker ini dilakukan untuk menindaklanjuti MoU dengan Kejari Takalar tentang penagihan ke konsumen yang telah lama menunggak pembayaran air PDAM Takalar,” kata Budiar Rozal.

Kehadiran Kejari dalam penagihan tunggakan, sambung Budiar, sangat membantu PDAM. Terbukti, hanya dua pekan petugas PDAM berhasil mengumpulkan Rp500juta dari pelanggan yang menunggak.

“Mungkin direktur sebelumnya, kalau konsumen nunggak tiga bulan sampai satu tahun. Beliau tidak melakukan penyegelan karena mungkin karena kebijakan,” ungkapnya.

“Padahal aturannya sangat jelas, dimana setiap konsumen nunggak tiga bulan, harusnya dilakukan penyegelan meteran, dengan adanya aturan itu, kami bersama pihak Kejari Takalar langsung melakukan penyegelan meteran,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Salahuddin mengatakan kerjasama dengan PDAM Takalar sudah berlangsung lama. Hanya saja, belum berjalan maksimal sehingga dengan raker ini mengajak untuk meningkatkan kinerja.

“Ayo kita bekerjasama dan bergerak cepat  untuk menagih tunggakan pembayaran air PDAM. Pastinya, siapa yang nunggak tiga bulan, segera disegel. Selain itu, kami berharap kepada PDAM Takalar agar selalu melahirkan inovasi dan memperbaiki pelayanan kemasyarakat,” tegas Salahuddin.

Sementara, Kasubag Penagihan PDAM Takalar, Habibi Yahya, mengaku sangat bersyukur dengan adanya kerjasama dengan Pihak Kejari Takalar. Karena dua pekan ini, kami berhasil menagih tunggakan sebesar Rp500 juta lebih.

“Sebenarnya tunggakan air PDAM di Takalar, terhitung sejak tahun 2017 sampai di tahun 2021 sebesar Rp3 milyar lebih dari jumlah konsumen sekitar 3000 pelanggan,” tutupnya. (*)