oleh

Musda Golkar Lutra Diharap Adil

Editor :Armansyah-Berita, Daerah, Luwu Utara, Partai-

LUTRA, RAKYATSULSEL.CO – Kepala Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar Luwu Utara (Lutra), Haeruddin Kasim berharap agar Musyawarah Daerah (Musda) partai berlambang pohon beringin ini berlangsung dengan adil tanpa dicederai dengan gerakan justru merusak dan melabrak aturan partai.

“Sebenarnya tidak bagus bagi kader dipertontonkan perilaku oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Lutra, Arifin Junaedi (Arjuna) yang tugas utamanya melaksanakan Musda malah melabrak aturan partai karena ambisi pribadi menjadi ketua definitif,” kata Haeruddin, Selasa (1/6).

Dia menjelaskan, Arifin Junaedi sudah sering melakukan hal yang dinilai tak etis dan mengabaikan mekanisme internal partai Golkar.

“Arjuna mengeluarkan pernyataan tidak menginginkan intervensi DPD I soal Musda Lutra, itu pernyataan konyol. Dia pengurus DPD I, jabatannya sebagai Plt Ketua itu penugasan dari DPD I. Kehadirannya di Golkar Lutra sesungguhnya sudah bentuk intervensi,” tegas Haeruddin.

Menurut dia, dengan jabatan Plt Ketua yang diberikan DPD I, Arifin sudah leluasa mengutak atik pemilik suara Musda, mengganti seluruh pincam yang dianggap tidak mendukung niatnya untuk maju di musda. Ini membuat internal kita jadi gaduh.

Dengan jabatan Plt Ketua itu, lanjut Haeruddin, Arjuna juga menyingkirkan pengurus DPD II yang dianggap tidak sejalan dengan membentuk Plt Pengurus yang tidak ada dasar aturannya.

“Itu bentuk intervensi yang sangat nyata, mengkondisikan musda untuk diri sendiri. Lalu dengan lantang melontarkan pernyataan di media meminta DPD I tidak mengintervensi musda. Itu kan lucu, dia tidak tahu diri kalau dia juga pengurus DPD I,” paparnya.

“Jadi kalau memang Pak Arifin (Arjuna) mau melihat musda yang murni dan fair, beliau harus mundur dari jabatan Plt ketua. Silahkan bertarung hanya sebagai calon kalau anda memang petarung. Jangan jadi pemain sekaligus wasit, tidak baik untuk partai,” jelas Haeruddin.