oleh

BKD Parepare Pastikan Pekan Depan Kelebihan Pemotongan Sertifikasi Guru Sudah Dikembalikan

Editor :Niar-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL — Kelebihan pemotongan tunjangan sertifikasi guru untuk iuran BPJS Kesehatan di Kota Parepare, segera dikembalikan.

Pekan depan, dana senilai total Rp670 juta itu sudah masuk di rekening masing-masing guru penerima sertifikasi yang berjumlah 935 orang. Dana itu dikucurkan dari Kas Daerah Pemkot Parepare.

Hal ini diungkap Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare, H Jamaluddin Achmad, Sabtu, 29 Mei 2021.

“Jadi proses pengembalian sertifikasi guru sementara. In Syaa Allah Minggu depan sudah masuk di rekening masing-masing,” ungkap Jamaluddin.

Jamaluddin mengemukakan, pengembalian kelebihan pemotongan sertifikasi ini memang butuh proses, karena butuh kehati-hatian di antaranya harus diverifikasi ulang berapa jumlah uang yang masuk di Kas Daerah, dan berapa jumlah orang yang dananya terpotong.

“Setelah itu kita usulkan ke Kepala Daerah untuk persetujuan mengembalikan melalui Belanja Tak Terduga. Nah, ini perlu data yang akurat untuk meyakinkan pimpinan bahwa itu benar,” terang Jamaluddin.

Setelah disetujui oleh Wali Kota Parepare, maka langkah selanjutnya, kata Jamaluddin, dibuatkan SK bagi semua penerima yang jumlahnya sekitar 935 orang dengan jumlah anggaran senilai Rp670 juta lebih.

Proses panjang dalam pengembalian kelebihan pemotongan ini dimulai dari BKD Parepare melakukan permintaan pengembalian kelebihan tersebut ke KPPN. “Jadi ini prosesnya agak panjang dan perlu
kehati-hatian. Tapi prosesnya sudah selesai, tinggal proses permintaan untuk ditransfer ke rekening masing-masing. Jadi jangan pernah ada kesan kami perlambat. Ini murni karena prosesnya yang agak lama,” tegas Jamaluddin.

Sabtu hingga Senin, 29-31 Mei 2021, dilakukan proses penandatanganan untuk pengembalian kelebihan pemotongan oleh para guru penerima sertifikasi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare.

Kepala Disdikbud Parepare Arifuddin Idris mengakui, penanda tanganan oleh guru penerima sertifikasi ini dilakukan secara bertahap dan bergelombang untuk menghindari kerumunan. Serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Mulai Sabtu hari ini, guru-guru kita undang datang tanda tangan. Karena ada 900 orang yang tanda tangan, jadi kita atur waktunya supaya tidak datang bersamaan yang bisa menimbulkan kerumunan. Kita bagi bergelombang per jam untuk datang tanda tangan. In Syaa Allah, mudah-mudahan semua berjalan lancar bisa selesai dalam dua hari,” harap Arifuddin. (*)