oleh

Satpol PP Kecolongan, Tanah Stadion Mattoanging Dicuri

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecolongan, penambang liar berhasil masuk ke Stadion Mattoanging membawa 15 truk dan alat berat untuk menggali tanah tepat di area bekas robohan bangunan stadion.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sulsel, Sultan Rakib mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Februari lalu, sejumlah truk masuk pasca pembongkaran stadion untuk melalukan penggalian. Hanya saja kala itu, mereka (satpol PP) belum sadar, dikiranya alat berat dan truk-truk yang masuk milik kontraktor resmi yang memenangkan lelang pembongkaran.

“Agak bingung juga kita disana, kita kira kelanjutannya (pembongkaran stadion), makanya dibiarkan saja beroperasi di dalam,” ucap Sultan.

Dua minggu setelahnya, ada laporan masuk bahwa aktivitas pengerukan tanah tersebut adalah ilegal. Namun mereka terlanjur membuat dua kubangan dengan lebar 3 meter dan kedalaman 3-4 meter dan mengangkut material tanahnya. Atas kejadian tersebut, Plt gubernur memberi instruksi untuk membubarkan kegiatan tersebut.

Kata Sultan, aktivitas penggalian tersebut terjadi karena tidak adanya infromasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai sebagai kuasa pengguna aset bahwa pembongkaran stadion telah selesai.

“Kan statusnya aset itu ada dua, pengelola itu sekda, kalau Mattoanging itu kuasa pengguna aset itu Dispora. Tidak ada penyampaian di kita bahwa selesaimi, seandainya ada yah kita tutup,” ujarnya.

Soal peristiwa tenggelamnya dua remaja pada Minggu (23/5) di kubangan tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Mujiono, mengatakan, pada hari itu ada empat petugas yang berjaga.

Hanya saja anak-anak tersebut terus berupaya untuk bisa lolos masuk di area stadion.
Aksi kucing-kucingan pun sempat terjadi, petugas satpol beberapa kali mengusir anak-anak itu, hanya saja ada perlawanan dan akhirnya mereka berhasil masuk.

“Mereka tembus lewat Mappanyukki setelah dihalang oleh Satpol,” ujarnya.

Setiap harinya kata Mujiono ada empat petugas yang berjaga. Mujiono mengaku telah memenuhi SOP mulai dari pada saat pembongkaran dipasangi pagar, pemasangan papan bicara, hingga pemasangan petugas. Namun pasca insiden ini personel ditambah menjadi 9 orang.

Kedepan, pihaknya akan melakukan penimbunan di area tersebut, hanya saja menunggu proses penyidikan oleh kepolisian agar tidak merusak lokasi TKP.

“Ini menjadi perhatian atau warning untuk kita, pak gubernur sudah memberikan ketegasan bahwa kita harus timbun, cuman karena ada proses penyidikan, ditunda. Sudah ada alatnya, paling lambat minggu depan, sekaligus pemagaran temporer,” paparnya.

Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudiriman Sulaiman mengatakan, kejadian tersebut diluar kontrolnya, tapi sejak menjabat Plt, ia telah memberi instruksi Satpol PP untuk menutup tempat tersebut.

“Karena sebelum saya masuk mmg sudah ada galian, makanya saat itu juga Maret kemarin saya minta dikeluarkan semua eskavator dan mobil-mobil beraktivitas dilarang dan ditutup,” sebutnya.

“Sudah ada penutupannya dan saya minta dijagai satpol, cuma namanya anak-anak kecil memang kadang susah,” pungkasnya. (*)