oleh

Kejari Lutra Kembali Selamatkan Kerugian Negara serta Tuntaskan Tiga Penyidikan Kasus Tipikor

Editor :Ridwan Lallo-Hukum-

MASAMBA, RAKYATSULSEL.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Utara (Lutra) kembali berhasil  menyelamatkan uang negara.

Kali ini, uang tunai senilai Rp 320.962.282 berhasil diamankan dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Desa Marimari, Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara tahun anggaran 2019-2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Utara, Haedar SH MH mengatakan, terkait adanya laporan masyarakat, Kejari Lutra mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan tertanggal 24 Maret 2021 guna melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana di Desa Marimari tahun anggatan 2019-2020.

Pagu anggaran untuk kegiatan ini sebesar kurang lebih Rp3 miliar pada tahun  2019 hingga 2020. Hasil penyelidikan Kejaksaaan terkuak, ada dana yang dipertanggungjawabkan tapi tidak sesuai dengan kondisi fisik yang sebenarnya  yang dilakukan oleh oknum kepala Marimari.

Atas kerugian itu, kata dia, tim penyelidik merekomendasikan untuk menghentikan penyelidikan dengan pertimbangan yang bersangkutan bersikap kooperatif mengembalikan kerugian kuangan negara. Nilai kerugian adalah hasil perhitungan dari auditor Inspektorat Luwu Utara.

Haedar menegaskan, penghentian penyelidikan berdasarkan pertimbangan untuk menjaga stabilitas pemerintahan pada Desa Marimari serta untuk kelancaran pembangunan program pemerintah desa pada khususnya.

Pertimbangan itu, kata Haedar, sesuai dengan Surat Edaran Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Nomor B-111/f/Fd.1/05/2010 tentang prioritas dan pencapaian dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, tanggal 18 Mei 2010.

“Tindakan hukum merupakan upaya terakhir (ultimum remedium). Strategi tindakan hukum yang diakukan oleh Kejari Lutra lebih mengedapankan pemulihan kerugian keuangan negara. Terbukti beberapa kasus yang ditangani pada umumnya mengembalikan kerugian negara,” tukas Haedar.

Kejari Lutra kata Haedar, fokus pada pemulihan kerugian keuangan negara dengan menelisik setiap satker yang mengelola keuangan negara dan berpotensi disalahgunakan.

Tahun 2021 ini, kata dia, ada tiga perkara korupsi yang berada di tahap penyidikan berhasil dirampungkan. Ketiga perkara itu, sudah ditahap penuntutan dan dalam waktu dekat akan memasuki proses persidangan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Luwu Utara, Yulianto mengatakan, tahun 2019, dan tahun 2020 terdapat kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kepala Desa Marimari, berinisial MM.

MM melakukan pertanggungjawaban baik secara fisik maupun administrasi 100 persen. Padahal pada kenyataannya bobot volume pekerjaan belum mencapai 100 persen. Untuk fisik diantaranya pembangunan drainase, pembangunan decker.

Ditemukan juga ada biaya operasional pemeriksa hasil pekerjaan PPHP pada kegiatan pembangunan drainase belum dibayarkan namun dibuatkan pertanggungjawaban telah dibayarkan. (*)