oleh

Pengadaan Lampu Jalan Desa di Takalar Diduga Mark-up

Editor :Lukman , Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Anti Korupsi Dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) Sulawesi Selatan mengendus dugaan penggelembungan (Mark-Up) anggaran pada pengadaan lampu jalan tenaga surya yang sudah terpasang disejumlah Desa di Takalar.

“Rata-rata desa mengadakan lampu jalan tenaga surya empat unit, hingga tujuh unit. Harga per unit Rp17 juta, sementara harga umumnya hanya Rp5 jutaan,” kata Ketua Lankoras-Ham Sulsel Mukhawas Rasyid, SH, MH kepada Rakyat Sulsel, Senin (24/5/2021).

Desa yang dominan mengadakan lampu jalan tersebut kata Mukhawas yakni Kecamatan Galesong Selatan, Galesong, Galesong Utara, dan Kepulauan Tanakeke.

“Pengadaan lampu jalan desa tahun amggaran 2019, 2020 yang diduga menguras APBDes itu syarat dengan masalah. Saya minta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut supaya tidak menjadi bola liar di masyarakat,” ujarnya.

Mukhawas menambahkan, pengadaan lampu jalan tenaga surya itu disinyalir merupakan sebagai proyek titipan dari oknum yang diduga mengaku kerabat dekat penguasa di Kabupaten Takalar.

“Sebab dari kegiatan Musyawarah Dusun (Musdus) hingga Musyawarah Desa (Musdes) pengadaan lampu jalan tenaga surya ini dikawal oleh pihak-pihak tertentu, supaya dimasukkan ke dalam realisasi APBDes desa,” tambah Mukhawas. (*)