oleh

Imam Masjid Istiqlal Sebut AG KH Sanusi Baco Teladan Masyarakat Indonesia

Editor :Armansyah-Berita, Best People-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Masyarakat Sulsel menggelar Tahlilan dan Takziyah hari ketujuh wafatnya ulama kharismatik AG KH Sanusi Baco, Minggu (23/5) malam.

Sejumlah pejabat hadir dan memberikan sambutan melalui zoom meeting. Mereka, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Pembawa Tausiah, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar tak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam kepergian Ketua MUI Sulsel itu. Ia menyebut AG KH Sanusi Baco merupakan teladan masyarakat Indonesia.

“Beliau merupakan suri teladan bukan hanya bagi warga NU (Nahdlatul Ulama), juga masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia,” cetusnya.

Sambung dia, mencetak 100 profesor dalam waktu singkat bukan sesuatu yang susah namun mencetak ulama kharismatik seperti Almarhum KH Sanusi Baco butuh waktu lama.

Pernyataan itu membenarkan apa yang juga disampaikan Prof Quraish Shihab MA. Kata dia, AG KH Sanusi Baco secara biologis telah meninggalkan kita semua namun tetap hidup dengan keabadian bersemayam di seluruh masyarakat.

Terpisah, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) DR Ir Hj Andi Majdah M Zain mengatakan UIM dan Nahdlatul Ulama (NU) bersama sejumlah ulama dan tokoh nasional hadir di malam takziyah ketujuh AG KH Sanusi Baco baik online maupun offline.

Mereka yang hadir secara langsung, Prof Nasaruddin Umar, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuh, Rektor UMI Prof Basri Modding, Ketua Yayasan Wakaf UMI Prof Mokhtar Noerjaya.

UIM bersama Nahdatul Ulama (NU) Sulsel dan pusat penyelenggara Takziyah hari ketujuh wafatnya ulama khariamatik DR Sanusi Baco Lc, Sejumlah ulama dan tokoh nasional serta pengurus pusat Nahdatul Ulama (NU) hadir menyampaikan taujiah secara online melalui Zoon dan offline ujar Majdah.

“Karena wafatnya gurrutta bukan saja duka bagi Sulsel namun juga kehilangan bagi NU secara umum,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut didukung oleh PWNU Sulsel, pengurus Muslimat NU, ISNU, Fatayat NU, PMII, Ansor, IPPNU, IPNU, Majelis Alumni IPPNU dan IPNU, Polda Sulsel serta seluruh rekan media.

Rektor Majdah didampingi Kabag Humas dan kerjasama UIM dr Wachyudi Muchsin SH MKes menambahkan kegiatan ini mengikuti saran Kapolda Sulsel terkait protokol kesehatan. Pasalnya, angka kasus covid mulai meningkat di Sulsel.

“Jemaah tidak boleh masuk jika tidak pakai masker. Kita juga sediakan cuci tangan dan dalam masjid tetap jaga jarak,” papar Majdah.

“UIM sangat konsen terhadap protokol kesehatan Covid-19 termasuk membuat program KKN tematik Covid-19 bentuk konsen UIM melawan virus corona,” pungkasnya. (*)

Komentar