oleh

PDIP Tak Berambisi Kadernya Jadi Wakil Gubernur

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sudah memasuki tiga bulan masa penahanan Gubernur Provinsi Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, sampai saat ini partai pengusung Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) yakni, PDI Perjuangan , PAN dan PKS pada Pemilihan Gubernu (Pilgub) 2018 belum mengusulkan siapa yang akan mendampingi Andi Sudirman Sulaiman di sisa masa jabatanya.

Sekertaris DPD Partai PDI Perjuangan, Rudy Pieter Goni menyebutkan, pihaknya belum pernah membahas siapa yang akan di sedorkan menjadi wakil gubernur Sulsel.

“Tidak ada (sodorkan calon Wakil Gubernur), kami tidak pernah bahas (Pendamping Andi Sudirman Sulaiman,” tuturnya.

Anggota DPRD Sulsel ini hanya mengaku, dia lebih banyak mengawal program-program yang telah ditinggalkan oleh Nurdin Abdullah.

“DPD Partai memerintahkan fraksi untuk membackup sehingga tidak terbengkalai persoalan-persoalan rakyat, DPRD harus selalu menjaga,” tuturnya.

“Pak Nurdin Abdullah adalah kader dan usungan kami, pak Andi Sudirman Sulaiman adalah usungan kami patut untuk kita dukung seperti itu,” sambung Rudi.

Disinggung jika putusan nanti inkrah dan majelis hakim menyatakan Nurdin Abdullah bersalah, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel ini tidak ingin berkomentar banyak dan dia hanya menyebutkan masih banyak mau dibicarakan dari membicarakan Wakil Gubernur ini.

Tak adanya ambisi mendorong kader menjadi Wakil Gubernur Sulsel, apakah dia menyerahkan ke partai pengusung lainnya PKS dan PAN. Rudy Pieter Goni tak ingin mencampuri itu.

“Saya tidak boleh campur itu, itu haknya masing-masing partai. Yang pasti bagai PDI Perjuangan adalah politik itu tidak mesti kekuasaan, politik itu juga bagaimana bisa bersama rakyat dan itu politik. Termasuk bagaimana kita di DPRD bisa memperbaiki hal2 tidak baik gitu kan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) sudah jauh hari menegaskan tak mengincar posisi Wagub Sulsel. Dibanding posisinya sekarang, dia menilai posisi 02 Sulsel hanya turun kelas.

“Saya pribadi izin tidak ikut wacana wagub. Kan kita yang usung, masa kita jadi wakilnya. Bukan sombong, masa kita turun. Minimal kalau seperti (kader) PKS pernah jadi menteri. Naik kelas lah,” ungkap ARW.

Anggota DPR RI ini mempersilahkan kadernya bersama PKS dan PAN untuk membahas hal ini. Itu setelah proses hukum terhadap Nurdin Abdullah telah berkekuatan hukum tetap. “Silakan berembuk, siapapun yang jadi itu milik kita,” tutupnya. (*)