oleh

Muswil PPP Sulsel, Imam Fauzan Ungguli Aras

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel saat ini tengah disibukkan dengan sejumlah persiapan mempersiakan Musyawarah Wilayah (Muswil), yang dijadwalkan akan digelar Sabtu (21/5) hari ini, di Four Point by Sheraton, Makassar.

Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Sulsel tidak lagi memilih ketua secara langsung seperti periode sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan Petunjuk Organisasi (PO) PPP yang terbaru, dimana Muswil hanya memilih 7 orang formatur dengan rincian satu orang perwakilan DPP, satu DPW dan 5 formatur dari DPC.

Ketujuh formatur inilah yang akan bermusyarawarah mufakat menunjuk siapa kader yang paling tepat memimpin partai berlambang Kakbah tersebut.

Muswil PPP Sulsel ini pun diprediksi akan menjadi pertarungan antara Imam Fauzan Amir Uskara yang saat ini duduk sebagai Ketua Fraksi PPP di DPRD Sulsel, melawan petahana Muh Aras, yang baru satu periode memimpin PPP Sulsel dan juga duduk sebagai anggota Komisi V DPR RI.

Agenda Muswil untuk memilih orang nomor urut satu untuk memimpin partai berlambang Ka’bah di Sulsel ini akan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP, Arsul Sani.

“Iya saya dipercaya sama DPP untuk menjadi Ketua Formatur. Kan formatur ada tujuh orang. Saya yang jadi perwakilan DPP,” kata Arsul saat ditemui di Four Point by Sheraton, Jumat (21/5).

Pada Muswil PPP Sulsel, akan ada tujuh formatur dari perwakilan pengurus sesuai tingkatannya. Masing-masing satu dari DPP dan DPW, dan lima orang dari DPC kabupaten/kota.

Disinggung mengapa bukan Amir Uskara yang memimpin formatur, Wakil Ketua MPR RI ini menuturkan, Amir Uskara tak mungkin menjadi formatur di Sulsel, karena wilayah ini merupakan daerah pemilihannya.

“Sama dengan saya. Waktu Muswil Jawa Tengah kan, bukan saya yang jadi formatur. Jadi makanya saya di sini (Sulsel),” jelasnya.

Muh Aras sendiri saat dimintai tanggapan soal kesiapan dirinya untuk kembali memimpin partai berlambang Ka’bah ini di Sulsel, tidak ingin berkomentar banyak.

“Saya tidak ikut bertarung karena formatur dipilih,” kata M Aras.

Disinggung apakah dirinya masih yakin untuk memimpin PPP Sulsel, anggota DPRD Sulsel ini hanya menyebutkan tergantung siapa yang diamanahkan oleh formatur tersebut.

“Ini tergantung amanah, kita serahkan saja kepada yang menentukan,” ujarnya.
Bahkan kata dia, tidak pernah melakukan lobi-lobi untuk bisa kembali memiliki PPP Sulsel.

“Saya tidak ada komunikasi (calon formatur) dan sampai saat ini saya belum mengetahui siapa-siapa saja nanti menjadi formatur,” singkatnya.

Sebelumnya, Imam Fauzan mengaku mendapatkan banyak dukungan dari para ketua DPC, karena itu ia pun meyakinkan diri maju di Muswil.

“Banyak yang mendorong saya maju, dan kalau itu diinginkan tentu saya harus sangat siap,” kata Fauzan, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut dukungan itu datang dari para ketua DPC di wilayah selatan saat dirinya menggelar silaturahmi dengan mereka.

Silaturahmi itupun dikabarkan adalah konsolidasi kekuatan 13 hingga 17 DPC yang menginginkan Imam Fauzan memimpin DPW PPP Sulsel.

“Saya bahasakan silaturrahmi, karena memang itu penting. Hampir semualah yang di selatan itu minta saya maju,” ucapnya.

Wilayah selatan yang meliputi Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, dan Selayar, memang menjadi basis suara anak sulung dari Wakil Ketua Umum DPP PPP Amir Uskara itu.

Selain itu, dukungan dari DPC PPP Kota Makassar tampaknya juga akan berlabuh kepada Anggota DPRD Sulsel termuda itu.

Hal tersebut diisyaratkan Ketua PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika yang ingin mendukung penuh langkah politik Imam Fauzan.

“Ananda (Imam Fauzan) ini adalah orang hebat. Yang seperti itu harus kita dukung terus langkah-langkahnya. Dan kita di Makassar siap mendukung itu,” ucapnya.

Lantas bagaimana pandangan pakar terkait kapabilitas Imam Fauzan jika dipercaya memimpin PPP Sulsel? pengamat sekaligus pakar politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunato menilai, jika melihat dari pengalaman Imam Fauzan di dunia politik, masih jauh dibanding Muh Aras. Menurutnya Aras sudah banyak memiliki jam terbang dalam kancah politik di Sulsel.

Sehingga mampu mendudukkan dirinya menjadi anggota DPRD Sulsel hingga ke Senayan (DPR RI), sementara Imam Fauzan, baru saja terpilih menjadi anggota DPRD Sulsel pada Pileg 2019 lalu, namun tak sedikit yang menilai jika posisinya tersebut tak lain hanya numpang nama ayahnya yakni Amir Uskara.

Meski demikian, Armunanto tak menampik kemampuan Imam Fauzan dalam memimpin PPP kelak. Pasalnya, dengan posisi Amir Uskara selaku Wakil Ketua Umum DPP PPP, Imam tentu memiliki jaringan kuat.

“Aras memang memiliki ketokohan yang kuat. Tapi ketika dihadapkan dengan Amir Uskara tentu dia kalah telak. Sehingga hampir dipastikan Imam Fauzan akan mengungguli Aras, karena bukan Fauzan nya dilihat, tapi (pemilih) melihat figur Amir Uskara,” terang Andi Ali.

Olehnya itu, dirinya pun mengakui jika peluang Imam Fauzan cukup besar memimpin PPP Sulsel, karena menurutnya pemilih tentu lebih condong melihat Amir Uskara.

“Selain memang karena nama Amir Uskara, Imam tentu lebih diunggulkan lantaran diusianya yang masih terbilang muda sudah mampu mendudukkan dirinya di DPRD Sulsel,” ucapnya.

Lalu bagaimana Ali Armunanto melihat kapabilitas Imam Fauzan jika memimpin PPP ke depan? Menurutnya harus ada mentor yang mendampingi Imam untuk membesarkan dan mempertahankan suara PPP di Sulsel.

Apalagi Imam belum pernah memiliki pengalaman memimpin Parpol untuk menghadapi pertarungan politik baik ditingkat provinsi maupun kabupaten.

“Jika Fauzan terpilih, maka harus ada mentor terutama ayahnya (Amir Uskara), sebab ia belum memiliki pengalaman mengelola organisasi serumit partai yang membawahi semua DPC,” ucapnya.

Disisi lain Imam juga harus mampu mendapatkan dukungan dari semua DPC untuk mengangkat citra PPP, apalagi saat ini Parpol sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu serentak 2024 mendatang.

“Saya tidak pernah meragukan pemimpin muda,” tutupnya. (*)