oleh

Menuju Pilkada 2024, Parpol Mulai Petakan Kader Petahana

Editor :Armansyah-Berita, Partai, Pemilu, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang dipastikan akan seru. Sebab, ada sekira 12 kabupaten/kota dan gubernur akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Itu, karena masa jabatan mereka akan berakhir pada 2022 seperti kabupaten Takalar dan 11 daerah lain masa jabatannya akan berakhir 2023.

Sementara ada enam pasangan calon berpotensi kembali bersama-sama untuk kembali maju atau pecah kongsi saat pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatang.

Mulai dari Ilham Syah Azikin-Sahabuddin (Bantaeng), Syamsari Kitta- Ahmad Dg Se’re (Takalar ), Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini Ottong (Sinjai), Amran Mahmud-Amran SE (Wajo), Dollah Mando-Mahmud Yusuf (Sidrap) dan Andi Irwan Hamid-Alimin (Pinrang).

Mereka ini baru menjalankan pemerintahan selama satu periode.
Sementara enam daerah lain, dipastikan Wakil Bupati bakal naik kelas dan berstatus petahana, karena pasangannya (bupati) saat ini telah menjalani masa jabatan dua periode.

Mereka adalah Paris Yaris (Jeneponto), Ambo Dalle (Bone), Asman (Enrekang), Syukur Bijak (Luwu), Rahmat Masri Bandaso (Palopo) dan Pangerang Rahim (Parepare).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan yang sudah dipastikan akan maju saat ini ada dua, yakni Andi Irwan Hamid di Pinrang dan Syukur Bijak di Luwu, karena keduanya ini sudah menjadi kepala daerah.

“Pastinya kita utamakan kader seperti Andi Iwan untuk kembali maju dan Syukur Bijak harus naik menjadi calon bupati,” kata Selle KS Dalle saat dikonfirmasi, Jumat (21/5).

Ketua komisi A DPRD Sulsel ini menyebutkan untuk daerah lain, dirinya mengaku baru akan melakukan pemetaan, karena semua partai harus berkoalisi jika ingin mendorong kadernya ikut bertarung.

“Sepanjang ada kader yang memiliki potensi pasti kita dorong, karena Pilkada ini akan bersamaan semua, jadi kita harus petakan bersamaan dan harus menjajaki koalisi,” ujarnya.

Salah satu kader yang potensi didorong yakni ketua DPC Demokrat Parepare yang juga wakil ketua DPRD Parepare, Rahmat Sjamsu Alam, dimana kata Selle dia memiliki pengalaman di setiap pesta Demokrasi, apalagi Rahmat telah menjadi wakil ketua DPRD selama dua periode.

“Kita memiliki kader seperti Atto (Rahmat Sjamsu Alam) di Parepare begitu pula daerah-daerah lain tinggal bagaimana komunikasi politik dengan partai pengusung,” jelasnya.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki dua kader yang saat ini menjadi wakil bupati, Sahabuddin di Bantaeng dan Mahmud Yusuf di Sidrap, keduanya ini merupakan ketua DPD.

Ketua Bappilu DPW PKS Sulsel Arfianto mengatakan memang keduanya akan kembali didorong tapi sebelumnya harus dilihat bagaimana hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang apakah hasil tersebut digunakan atau Pileg 2019.

“Kita realistis saja, tidak mesti menjadi calon bupati, tergantung dari surveinya,” katanya.

Tak hanya Sahabuddin dan Mahmud Yusuf, PKS pun menyiapkan ketua DPRD Takalar saat ini, Darwis Sijaya dan Mallarangan Tutu sebagai penantang setelah Syamsari Kitta memilih pindah partai.

Sementara di Bone PKS mendorong anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin untuk bertarung di bumi Arung Palakka, apalagi petahana sudah menyelesaikan masa jabatanya selama dua periode.

“Jadi daerah-daerah lain kita siapkan juga kader dengan melakukan survei. Jika hasilnya bagus pastinya kita akan dorong,” jelasnya.

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin mengaku pihaknya selalu partai pendukung dengan dua kader sebagai pemimpin daerah yang bakal maju kembali tak gentar.

“Selalu ada tantangan ketika regulasi baru ditetapkan. Kami Gerindra Sulsel siap terhadap perubahan itu,” imbuhnya.

Dia yakin Dollah Mando di Sidrap dan Andi Seto Gadhista Asapa di Sinjai merupakan pemimpin daerah yang berhasil. Dengan demikian rakyat pasti akan ingin kembali mereka kembali terpilih.

“Kader kami kader terbaik. Kami yakin mereka bekerja dengan baik dan rakyat akan memilih mereka kembali,” jelasnya.