oleh

Perekrutan Honorer Satpol PP Pemprov Sulsel Diduga Pungli

Editor :Armansyah , Penulis : Ami-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Proses Perekrutan tenaga honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diduga memungut biaya atau pungli.

Tak tanggung-tanggung satu orang diberi tarif Rp30 juta hingga Rp50 juta. Informasi yang dihimpun, perekrutan Satpol PP dijadikan liang bisnis oleh oknum tertentu.

Narasumber yang enggan disebut namanya mengaku pernah ditawari Rp30 juta untuk menjadi honorer satpol. Hanya saja, dirinya menolak tawaran tersebut.

Karena itu, ia meminta agar pimpinan mengusut tuntas pungli pada penerimaan honorer maupun para magang.

“Usut tuntas pemungutan liar dari adanya penerimaan anggota baru sat pol PP yang masih honorer ataupun masih magang,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Sulsel Mujiono menampik hal itu, kata dia proses perekrutan dilakukan sesuai prosedur tanpa ada tawar menawar atau penentuan tarif harga.

“Tidak ada itu. Siapa yang bilang tentang itu, tidak ada itu,” bantahnya.

Kata dia perekrutan dilakukan setiap tahun, yakni bulan Desember. Penentuan kuotanya (yang diterima) sesuai dengan kebutuhan. Tahun ini, sebanyak 60 tenaga honorer baru yang diterima.

“Kita terima tahun kemarin 60 orang, mereka sudah masuk awal Januari. Tidak ada itu pungli, tidak ada,” tegasnya.

Diketahui, adapun jumlah keseluruhan anggota Satpol 300 lebih, terdiri dari tenaga organik 160 dan honorer 160. (*)