oleh

Dewan Bakal Bentuk Pansus Selidiki Praktik Jual Beli Tanda Tangan di Disdik Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Komisi D DPRD Makassar berencana akan membentuk panitian khusus atau pansus untuk menyelidiki praktik pungutan liar jual beli tanda tangan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar.

Hal itu ditegaskan Ketua Komisi D DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir. Kata dia, pihaknya sudah mengantongi bukti rekaman percakapan korban yang dimintai sejumlah uang untuk pengurusan kenaikan pangkat.

“Kemungkinan besar kami akan merekomendasikan untuk membentuk pansus. Kita tinggal tunggu pak ketua dan wakil ketua tiga selaku koordinator komisi tiba di Makassar. Kalau disetujui kita bentuk,” ujar Wahab, Jumat (21/5).

Dari laporan yang diterima, satu kali tanda tangan nilainya jutaan rupiah. Bisa sampai Rp2 juta. Wahab pun mengaku geram sebab praktik ini jelas telah mencoreng nama baik dunia pendidikan di Kota Makassar.

“Tanda tangan ini untuk pengurusan kenaikan pangkat, satu kali tanda tangan harganya jutaan. Kita juga sudah punya bukti rekaman dari korban yang disuruh membayar saat mengurus kenaikan pangkat,” kata dia.

Baca Juga: Danny Geram Ada Praktik Jual Beli Tanda Tangan Hingga Foto Wali Kota di Disdik Makassar

Baca Juga: Disdik Makassar Bantah Jual Beli Foto Wali Kota

Dia menyampaikan praktik jual beli tanda tangan ini disinyalir sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Meski diakui, oknum pejabat yang sempat disebut-sebut terlibat dalam praktik itu membantah, namun Wahab menegaskan akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas.

“Disinyalir jual beli tanda tangan ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Tapi ini akan kami selidiki karena oknum yang bersangkutan (tertuduh) saat diklarifikasi itu membantah. Jadi kita mau panggil semua, termasuk yang disuruh untuk bayar,” papar dia.