oleh

Bulog Ajak PWI Sulsel Kerjasama Perkenalkan Produk

Editor :Armansyah-Berita, Ekonomi & Bisnis, Komunitas-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Sulselbar, Eko Prantono mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel kerjasama perkenalkan produk Bulog. Pasalnya, masih banyak masyarakat masih menilai hasil beras Bulog kurang berkualitas.

“Bulog saat ini sudah berubah dan kualitas yang dihasilkan saat ini sudah bagus,” kata Eko Prantono saat melakukan kunjungan di kantor PWI Sulsel, Jalan Andi Pettarani Makassar, Jumat (21/5).

Eko–sapaan akrabnya, menjelaskan, Bulog Sulselbar sudah melakukan kerjasama dengan pemerintah Provinsi terkait pemakaian beras bulog oleh ASN. Tak hanya beras, Bulog juga mengeluarkan produk daging sapi dan gula pasir untuk masyarakat.

“Kita sudah melakukan kerja sama dengan mengadirikan beras sekelas premium dan kami juga telah memiliki beras untuk dikonsumsi sebagai bentuk mengurangi stunting dan itu dari beras lokal,” ujarnya.

“Tapi vitaminnya masih diimpor dari luar untuk bisa dicampur beras lokal premium,” lanjutnya.

Adapun bentuk kerja sama yang akan dia bentuk dengan PWI yakni pembentukan Rumah Pangan Kita (RPK), karena ini salah satu swalayan bentukan Bulog untuk masyarakat luas dan itu perpanjangan tangan agar harga di Indonesia tetap stabil.

“Rumah pangan ini salah satu bentuk bagaimana harga yang ada bisa stabil,” singkatnya.

Terpisah, Sekertaris PWI Sulsel, Faisal Palapa mengatakan banyak perubahan yang ada di Bulog. Salah satunya, kualitas produksi yang sudah lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi kita mendorong juga kerja sama ini bagaimana ada pemberdayaan termasuk Ikatan Keluarga wartawan, apalagi Bulog saat ini telah memiliki Rumah Pangan Kita (RPK),” papar Faisal Palapa.

Kedepannya, kata Dirut Harian Rakyat Sulsel ini, PWI akan membuat event bersama Bulog dengan cara mensosialisasikan produk-produk Bulog hingga menjadi mitra. “Jadi bagaimana teman-teman yang ada di PWI menikmati dulu produk dan kualitasnya, setelah itu mensosialisasikannya ke masyarakat,” tutupnya. (*)