oleh

Angka Kasus Positif Covid Kembali Naik di Sulsel, Ini Penjelasan Kadinkes

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tiga hari terakhir, angka covid 19 mengalami peningkatan, meski tak signifikan namun angka covid beberapa hari terakhir ini berbeda dengan pekan lalu yang hanya dibawah angka 10 kasus.

Pada hari raya idul Fitri misalnya, hanya ada kasus positif, begitu juga tiga hari pasca lebaran, berturut-turut 14 Mei 6 kasus, 15 Mei 2 kasus, dan 4 kasus 16 Mei. Sementara pada 17 Mei lalu, sedikit naik diangka 20 kasus, 22 kasus pada 18 Mei, dan 39 kasus pada 19 Mei.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, sudah menjadi temuan bahwa setiap kegiatan besar pasti diikuti kenaikan kasus. Hanya saja tahun ini kata dia tidak begitu signifikan, karena adanya kebijakan pelarangan mudik dan pengetatan di setiap wilayah.

“Antisipasi lebaran kemarin begitu baik dengan pelarangan mudik, posko kelurahan dikuatkan, vaksinasi jalan. Itu upaya kita bagaimana menekan, kalaupun ada kecenderungan kenaikan itu diperkuat lagi,” ucap Ichsan saat ditemui di Kantor Gubernur, Kamis (20/5).

Kata dia, terjadi lonjakan kasus di Kabupaten Sinjai, yakni pada Rabu (19/5) kemarin, belum ada kejelasan penyebabnya, masih dikoordinasikan dengan Pemerintah setempat.

“Mereka lagi melacak, mentracing apa penyebabnya tapi saya secara umum lebih kepada antisipasi. Saya sudah telepon bagaimana posko disana dikuatkan kembali seperti itu,” sebutnya.

Ichsan mengaku, rendah atau tingginya kenaikan kasus tergantung dari jumlah spesimen yang diperiksa. Jika pemriksaan sedikit, kasus juga akan sedikit.

“Bisa dibilang begitu. Tapi indikator objektif itu kita lihat rumah sakit, itu orang rumah sakit tidak bisa dipaksa, kalau demam harus ke rumah sakit, dan mereka dites swab. Sejauh ini kapasitas rumah sakit dibawah 20 persen,” ulasnya.

Sementara itu, Epidemiolog Sulsel, Ridwan Amiruddin memprediksi dampak kelonggaran idul Fitri terlihat 10 hari pasca lebaran.

“Prediksi ada pertumbuhan lonjakan itu memang di 10 hari setelah Idulfitri,” ucapnya.

Tetapi, lonjakan akan semakin parah jika warga negara asing dibiarkan datang ke Sulsel. Begitu juga dengan adanya pergerakan orang antar provinsi yang masuk.

Jadi lonjakan kasus ini bisa lebih besar jika Bandara dan Pelabuhan dibiarkan padat. “Jika antar daerah di Sulsel, prediksi pertumbuhan kasus pasti ada tetapi tidak menjadi lonjakan besar,” katanya.

Ketua IDI Kota Makassar, dr Siswanto Wahab, mengutarakan, ini untuk mengantisipasi dugaan lonjakan. “Terutama kasus pasca libur Hari Raya Idulfitri sampai 10-20 hari ke depan,” katanya.

Faktor lonjakan Covid-19 usai lebaran di atas, diperkirakan karena adanya klaster-klaster Covid-19 yang muncul selama beberapa bulan terakhir. Misal, klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster ibadah bersama, dan klaster buka puasa bersama.

“Ditambah juga adanya momentum-momentum Idulfitri, arus balik mudik, mudik serta mutasi virus Corona di tengah semakin banyaknya masyarakat yang abai protokol kesehatan, meski sudah divaksinasi,” ucapnya