oleh

Sulawesi Selatan Menuju Produsen Pangan Halal

Editor :admin 1-Berita, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kedepannya, tidak perlu khawatir lagi. Negara akan hadir untuk hal tersebut dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No 39 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang jaminan produk halal pada bulan februari lalu, ini membawa angin segar bagi masyarakat, pelaku usaha dan industri di Indonesia.

Regulasi ini selain menjadi momentum percepatan pelaksanaan Jaminan Produk Halal secara menyeluruh (Nasional), juga sekaligus menggembirakan untuk kalangan masyarakat dalam artian bahwa semua produk yang beredar nantinya di Indonesia wajib bersertifikat halal. Sehingga, konsumen akan lebih merasa aman dalam berbelanja dan mengkomsumsi sesuatu.

Adapun produk yang wajib bersertifikat halal yang dimaksud meliputi makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik serta barang gunaan yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Penyelenggaraan Jaminan produk halal adalah suatu kepastian hukum terhadap kehalalan suatu produk yang dibuktikan dengan sertifikat halal.

PP No 39 Tahun 2021 menjadi dasar untuk mempercepat pembangunan Indonesia menuju produsen pangan halal dunia yang saat ini menjadi isu nasional bahkan dunia di berbagai elemen. Berdasarkan data dari “The Global Islamic Economy Report tahun 2019-2020” menyatakan bahwa sektor makanan halal mengalami evolusi yang besar saat ini dimana Pengeluaran konsumen muslim untuk makanan dan minuman senilai 1,4 triliun USD pada tahun 2018 dan diperkirakan akan mencapai 2,0 triliun USD pada tahun 2024.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia hingga saat ini masih menjadi konsumen produk halal dunia bahkan menjadi yang terbesar diantara Negara-negara mayoritas muslim lainnya. Padahal dengan potensi penduduk muslim tersebut dan didukung sumber daya alam yang melimpah seyogyanya bisa mengambil peran dan langkah yang strategis untuk menjadi produsen terbesar produk pangan halal dunia.

Peran Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Terkenal sebagai daerah dengan basis pertanian terbesar di kawasan Indonesia Timur tentunya memiliki peluang yang besar untuk turut serta menjadi bagian produsen halal nasional dengan kerja nyata dan regulasi pemerintah yang berkeadilan khusunya sektor pangan halal.

Trend gaya hidup halal (halal lifestyle) saat ini, tidak hanya menggejala pada negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim tetapi juga di negara berpenduduk mayoritas non muslim. Kesadaran pemenuhan pangan halal meningkat di kancah global beriringan dengan menggeliatnya wisata halal global yang tidak melulu terbatas pada sektor destinasi wisata yang berkait situs keislaman (religi) tetapi menyangkut pemenuhan kebutuhan- kebutuhan wisata itu sendiri. Harapannya kedepan sektor ini mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Langkah-Langkah yang dapat ditempuh Ada beberapa langkah strategis yang dapat ditempuh untuk mewujudkan Sulawesi selatan sebagai produsen pangan halal dunia menurut hemat penulis diantaranya yang Pertama, memasifkan sosialisasi dan pendampingan terkait pemahaman halal lifestyle dan kebijakan/regulasi pemerintah tentang Jaminan produk halal kepada masyarakat, pelaku usaha dan industri.

Pendampingan ini bisa melibatkan pemerintah dalam hal ini dinas terkait, pusat kajian halal perguruan tinggi dan ormas islam yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang halal. Kedua, Pelaksanaan kegiatan sertifikasi halal khususnya produk pangan yang akan diekspor perlu diperkuat dan dimasifkan.

Sertifikasi produk halal dimaknai sebagai upaya memberikan kepastian status halal yang dapat menentramkan batin konsumen dalam mengkomsumsi atau menggunakan produk yang dipasarkan. Pelaksanaanya perlu didukung dengan regulasi pemerintah yang tidak berbelit-belit dan diberikan pendampingan yang berkelanjutan.

Langkah yang ketiga, adalah pemerintah daerah bekerjasama dengan perguruan tinggi mendorong gerakan riset produk unggulan dengan menerapkan sistem jaminan produk halal. Hal ini bisa diimplementasikan lebih lanjut dengan mendirikan pusat penelitian halal (halal center) di Sulawesi Selatan.

Halal Center bisa dijadikan pusat penelitian, pelatihan dan pendampingan dalam upaya peningkatan usaha produksi produk unggulan daerah yang berdaya saing, memiliki nilai jual yang tinggi dimancanegara dan memenuhi standar produk halal dunia. Semoga dengan langkah-langkah tersebut Sulawesi Selatan kedepannya mampu menjadi pionir berkembangnya ekosistem halal di kawasan timur Indonesia bahkan dunia. Salamakki’. (*)