oleh

Resetting Ala Danny-Fatma

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Resetting pemerintahan tengah digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma).

Sejak awal pemerintahannya bersama Fatmawati Rusdi, Danny memang gencar ingin melakukan resetting dalam rangka pembenahan pemerintahan. Sejumlah pejabat dikabarkan akan dirombak. Seperti jajaran RT/RW dan LPM. Tak hanya itu, jajaran lurah, camat, direksi Perusda hingga eselon II. Termasuk tenaga honorer.

Danny mengatakan, perombakan dilakukan sebagai upaya untuk melakukan reformasi birokrasi pemerintahan. Danny mengatakan akan merombak semua pejabat yang tidak sejalan dengan visi-misinya.

Khusus untuk eselon II, job fitnya resmi ditunda. Pasalnya ada 2 pejabat yang ditolak, karena berstatus Pelaksana tugas (Plt). Sehingga pihak Panitia Seleksi ( Pansel) mengajukan kembali rekomendasi ke KASN agar keduanya tetap bisa dimasukkan sebagai peserta job fit.

Keduanya yaitu Kepala DPM-PTSP Andi Bukti Djufri, dan Asisten II Makassar Sittiara Kinang. “Paling lambat Senin depan, paling lambat sekali itu. Sebab yang bermasalah ini kan karena perubahan nomen klatur, misalnya di PTSP, di Plt kan karena nomenklatur, bukan karena kesalahan, kecuali ada masuk dalam list temuan BPK, itu lain soal,” ujar Danny.

Sehingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Kita tunggu keputusan pimpinan KASN, kira kira skenarionya nanti adalah yang bermasalah kita tidak job fit dulu, yang tidak ada masalah langsung kota job fit,” jelasnya.

Lebih rinci, Danny menjelaskan, jika yang bisa mengikuti job fit adalah pejabat eselon II definitif. “Pansel melihat ada masalah, karena status keduanya Plt, padahal mereka harus pejabat definitif di dinas lain, ini tidak. Tapi itu gara-gara nomenklatur, maka jadi Plt,” terangnya.

Danny menyebut, kegiatan Job Fit ini dalam rangka meresetting pemerintahan sebab kondisi sudah tak maksimal dan cenderung rusak. Prioritas saat ini mengisi semua jabatan yang lowong dan perbaikan sistem pelayanan di OPD. “Seluruh OPD kita genjot karena lumpuh semua ini barang. Ini kayak covid, semua sendi dimasukki,” paparnya.

Danny menambahkan, untuk pergantian camat dan lurah berkaitan dengan program Makassar Recover. Sebab, jabatan ini harus sejalan dengan visi dan misi terhadap program Pemkot. “Karena Makassar Recover kan perwilayahan. Jadi paling tidak kecamatan, kelurahan, dan RT/RW,” ucap Danny.