oleh

Ukir Sejarah Baru, MTQ di Bumi Makara Jadi Pembuktian Harga Diri dan Prestasi Masyarakat Kur

Editor :Muhammad Alief-Daerah, Info Rakyat, Peristiwa-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejak Indonesia merdeka tahun 1945 kini masyarakat Kecamatan Pulau-pulau Kur, kota Tual, Provinsi Maluku akan menggelar hajatan akbar, pertama kali dalam sejarah setelah 75 tahun Indonesia merdeka.

Melalui hajatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan dipusatkan di Lapangan kota Raja Kilmas, Desa Sermaf Kecamatan Kur Selatan, pada tanggal 25 – 30 Mei 2021. Tentu akan menjadi ajang bergengsi harga diri masyarakat Kur untuk suksesi kegiatan keagamaan tersebut.

MTQ merupakan kegiatan monumental yang dipenuhi nilai sejarah. Selain itu menurut dia, MTQ juga sebagai ajang untuk dapat mendidik mendekatkan masyarakat luas untuk mencintai Alquran sebagai pedoman hidup umat Islam di Indonesia.

Lemahnya pemahaman agama masyarakat di suatu bangsa, akan menjadikan negara itu lemah. Tidak ada kehidupan yang lebih mulia di atas kehidupan yang berlandaskan agama.

Kepala Wilayah Kecamatan PP Kur, Lajania Madamar, ketika dikonfirmasi terkait persiapan menuturkan bahwa saat ini sudah 95 persen sudah rampung.

“Alhamdulillah persiapan di desa-desa sudah mencapai 95 persen,” aku Lajania, Rabu (19/5/2021).

Sedangkan di arena utama panggung kata dia, sudah 85 persen, secara keseluruhan persiapan sudah mencapai 95 persen. Bahkan untuk penempatan kafilah, pihaknya sudah siapskan di masing-masih desa, pada wilayah Kecamatan Pulau-pulau Kur.

“Khususnya desa yang berada pada arena utama disana yang berdekatan dengan arena utama, termasuk Dewan Hakim dan Panitia,” jelasnya.

Selaku penanggungjawab kegiatan. Lajania yang juga mantan Kasatpol PP kota Tual itu berharap agar dilaksanakannya MTQ di Kecamatan Pulau-pulau Kur, ini sebagai motivasi untuk meningkatkan minat dan bakat seni baca Al-qur’an.

Tentu agar memperkokoh keimanan dan ketaqwaan bagi generasi muda Islam di bumi Makara Kecamatan PP Kur. Sebagai filter dalam menghadapi era globalisasi,” harapnha.

Lajania menyampaikan agar MTQ di Kur sebagai wahana mendekatkan Pemerintah Kota Tual, dalam hal ini pengambil kebijakan dengan masyarakat di Kecamatan Pulau Kur, agar dapat merasakan apa yang diinginkan, dan dirasakan oleh masyarakat di bumi Makara.

“Mendorong percepatan pembangunan di Kecamatan Pulau Pulau Kur, teristimewa infrastruktur dasar agar dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, layanan publik dan pembinaan serta pengawasan pada masyarakat,” pungkasnya. (*)