oleh

Milad ‘Aisyiyah ke-104, Dekan FAI Unismuh : Telah Banyak Beri Sumbangsi Bagi Negara

Editor :Muhammad Alief-Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Milad ‘Aisyiyah yang ke 104 yang jatuh pada tanggl 19 Mei 2021 menjadi semangat tersendiri bagi Dekan Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar. Segala harapan dan cita-cita pula disampaikan langsung.

Bagi Dekan FAI Unismuh Makassar Dr. Amirah Mawardi, S.Ag.,M.Si menilai bahwa kiprah ‘Aisyiyah sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan telah banyak memberikan sumbangsi kepada bangsa dan negara.

Ia mengatakan, dengan tema milad “merekat persatuan dan menebar kebaikan di masa pandemi” tentu Aisyiyah mampu menjadi harapan mendatang.

“Dengan pembuktian ‘Aisyiyah sebagai organisasi keagamaan, beramal dan berjuang dengan teologi gerakan al- maun telah banyak memberikan dedikasi kepada ummat,” ungkap Dr. Amirah Mawardi, S.Ag.,M.Si dalam rilisnya.

Apalagi, Lanjut Wakil Sekretaris PW ‘Aisyiyah Sulsel ini menambahkan bahwa khusus dalam gerakan keperempuanan, telah banyak membuka akses untuk kemajuan kehidupan perempuan baik dalam gerakan sosial kemasyarakatan, dakwah dan gerakan lainnya.

“Aisyiyah memaknai bahwa karakter Islam berkemajuan itu adalah mampu memuliakan perempuan dari zaman ke zaman, dari melintas batas, sehingga dengan berorganisasi akan saling memuliakan, menguatkan dan menjaga persaudaraan,” tambahnya.

“Selain itu pula, makna Islam berkemajuan adalah mampu merespon problematika keummatan saat ini, apalagi aisyiyah hadir ditengah pandemi covid-19 dengan gerakan ta’awun sosialnya sangat dirasakan oleh seluruh kalangan,” imbuhnya.

Dengan demikian, Ia berharap di umur ke 104 Aisyiyah makin maju dan terus melakukan gerakan dakwah pencerahan ummat mendatang.

“Seperti kelapa semakin besar semakin berisi, sehingga semakin pula dirasakan kehadirannya ditengah masyarakat,” harapnya.

Ia pula memaknai bahwa kerja di Organisasi Muhammadiyah & Aisyiyah sebagai lahan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan kerja Ibadah.

“Menjadi pimpinan di Amal Usaha itu tak lepas dari proses beraisyiyah, kami sadari keberadaan kami di Fakultas Agama Islam ini semua berangkat dari proses kaderisasi di Ortom Muhammadiyah mulai dari IPM, IMM, Nasyiatul Aisyiyah sampai ke Aisyiyah,” tutupnya.