oleh

Jual Beli Foto Wali Kota, Dewan Minta Kasek Tak Bayar Vendor

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Proyek jual beli foto Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar mulai ditelusuri. Bahkan, polemik ini mendapat perhatian DPRD. Jajaran pejabat Dinas Pendidikan dipanggil untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Pada kesempatan itu, Komisi D DPRD Makassar meminta seluruh kepala sekolah untuk tidak membayar sepeser rupiah pun kepada vendor. Ultimatum ini sekaitan dengan adanya dugaan pungutan liar seperti jual beli foto wali kota di sekolah-sekolah.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir mengatakan pihak vendor mesti diberikan efek jera. Apalagi, dia mencatut nama-nama pejabat di Disdik untuk bisa menjual di sekolah.

“Jadi, kalau kepala sekolah ada yang bayar, berarti dia melanggar kesepakatan Komisi D DPRD Makassar. Ini untuk memberikan efek jera. Tidak boleh, kau (vendor) seenaknya menjual nama pejabat,” tegas Wahab, Rabu (19/5).

Tindakan yang dilakukan pihak vendor dinilai Wahab adalah sebuah pelanggaran. Pasalnya, dalam menawarkan produk di sekolah mulai dari modul pembelajaran hingga foto wali kota mengatasnamakan oknum pejabat di Disdik Makassar.

Padahal setelah diklarifikasi, oknum pejabat Disdik yang dimaksud mengaku tidak pernah berkomunikasi bahkan memerintahkan pihai vendor untuk menawarkan produknya ke pihak sekolah. Kata Wahab, pertemuan pejabat Disdik dengan pihak vendor tidak terkait dengan penjualan buku ataupum foto wali kota.

“Dia (pihak vendor) berusaha menemui beberapa pejabat di Disdik, setelah itu pertemuan tersebut dipakai untuk menjudge bahwa dia mendapat legitimasi dari pejabat yang bersangkutan. Jadi itu dipakai untuk kepentingan pribadi,” tutur dia.

Karena itu, Wahab meminta Disdik Makassar mengeluarkan edaran meminta kepala sekolah untuk tidak melakukan pembayaran atas penjualan modul pembelajaran dan foto wali kota kepada vendor yang mencatut nama oknum pejabat Disdik Makassar.

“Kita minta Disdik membuat edaran agar tidak membayar seluruh foto ataupun modul yang diambil dari vendor yang mejual nama pejabat Disdik,” papar dia. (*)