oleh

Disdik Makassar Bantah Jual Beli Foto Wali Kota

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar memanggil jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar terkait dugaan jual beli tandatangan dan foto wali kota dan wakil wali kota ke pihak sekolah, seharga Rp 2 juta.

Rapat kerja dipimpin langsung Ketua Komisi D, Abdul Wahab Tahir. Dalam rapat itu, Wahab meminta Kepada Disdik Kota Makassar, terkhusus bidang terkait untuk menjelaskan soal dugaan jual beli tandantangan dan foto wali kota.

Kata Wahab, oknum atas nama Mince selaku vendor mengambil kesempatan dengan menjual nama pejabat di Disdik untuk kelancaran usahanya, disertai dugaan ancaman mutasi kepada kepala sekolah yang tidak membeli foto pajangan wali kota dan wakil wali kota di sekolah.

“Mince berusaha menemui beberapa pejabat di Disdik, setelah pertemuanya itu dipakai menjust dirinya bahwa dia mendapat legitimasi,” ungkap Wahab.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar Disdik Kota Makassar, Ahmad Hidayat mengaku tidak penah memfasilitasi vendor untuk melakukan rekanan. Ia mengaku ia bertemu dengan Mince sekitar 4 tahun lalu.

“Mince ini pernah ke rumah saya untuk bisa komunikasi terkait rekanan, tetapi saya tidak pernah memfasilitasi. Saya terakhir ketemu 4 tahun lalu, saya tidak pernah masuk di wilayah itu, saya sama sekali tidak terlibat,” akunya.

Ia menjelaskan, dana BOS dari Kementerian Keuangan langsung dicairkan ke kepala sekolah sehingga tidak ada kewenangan Disdik untuk melakukan penjualan foto wali kota dan wali kota.

“Dana bos langsung masuk ke kepala sekolah, daba bos sudah tidak tidak lewat gubernur, tidak lewat ke kepala daerah, dananya langsung ke Kepala sekolah, jadi kalau mau menjual ya langsung saja ke kepala sekolah,” bantahnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Seksi Pembelajaran Pendidikan Dasar, Syarifuddin. Ia mengaku tidak pernah bertemu dengan Mince dalam waktu dekat ini.

“Sampai hari ini (kemarin) saya tidak pernah ketemu, terakhir tiga tahun lalu, waktu itu dia bawa buku bahasa daerah, dia bawa dari gowa minta dipublikasi, sampai hari ini saya tidak pernah ketemu,” kata Syarif.

Anggota Komisi D DPRD Makassar, Irwan Jafar mengatakan, setelah mendengar pernyataan dari pihak Disdik Makassar, terkhusus mereka yang dianggap terlibat, ternyata kabar yang beredar dibantahnya.

“Misalnya, nama seperti Hidayat dan Muskar yang dianggap memberi legitimasi pada Mince sebagai pihak yang memperdagangkan foto wali kota dan wakil wali kota Makassar, ternyata tak pernah terlibat memaksa pihak sekolah membeli foto dagangan dari Mince,” ucap Irwan.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto melakukan sidak ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Panakukang di Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Senin (17/5/2021).

Sidak ini dilakukan menindak lanjuti laporan adanya oknum yang meminta pembayaran Rp2 juta kepada masyakat saat meminta tanda tangan.

“Bukan temuan tapi laporan yang saya dapat bahwa setiap tanda tangan (TTD) itu harus bayar 2 juta. Tadi saya coba sidak ternyata saya tidak temui,” ujar Danny.

Danny pun akan merombak seluruh pejabat di Disdik kota Makassar. Kasus ini, kata Danny menambah penilaian tidak kompetennya Disdik.

“Resetting pemerintahan total. Salah satu dievaluasi total itu Disdik,” ujarnya.

Menurutnya, praktik ini sudah lama berlangsung. Laporan terkait pejabat yang tidak punya integritas sudah dikantonginya jauh sebelum menjabat sebagai Wali Kota periode kedua.

“Sudah lama sebelum saya dilantik. Termasuk (jual beli foto saya) makanya saya bilang foto lama foto saya. Saya belum pernah foto baru,” imbuhnya.

Sehingga pejabat dan seluruh staf Disdik Makassar dipastikan akan di mutasi. Ia berharap perombakan tersebut membawa Disdik ke arah yang lebih baik dalam memajukan pendidikan di Makassar. (*)