oleh

Distribusi 1.210 Vaksin Astrazeneca Disetop Sementara

Editor :Armansyah , Penulis : Ami-Berita, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah pusat menghentikan distribusi vaksin Astrazeneca Batch (kumpulan produksi) CTMV547. Vaksin tersebut dinilai masih perlu proses pengujian, padahal Astrazeneca Batch CTMAV547 sudah masuk dibeberapa daerah, termasuk di Sulsel.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, Sulsel mendapat 1.210 vial vaksin jenis tersebut, karena perlu diuji lagi sehingga pemerintah pusat menginstruksi untuk menghentikan atau menahan vaksin itu.

“Vaksin Astrazeneca yang dihentikan sementara itu ada batchnya ya CTMAV547 batch itu ada di gudang vaksin kami 1.210 vial. Kita tidak distribusikan disimpan di gudang,” beber Ichsan Mustari saat ditemui di Kantor Gubernur, Senin (17/5).

Penahanan vaksin tersebut dilakukan sampai uji toksisitas dan sterilitas selesai. Paling lambat kata Ichsan dua hingga tiga pekan kedepan. Padahal, vaksinasi untuk TNI dijadwalkan pekan ini menggunakan Astrazeneca.

“Ini bagian dari proses pengamanan, kita tahu bahwa dalam pemberian vaksinasi, pertama tentu langkah-langkah dijalankan walaupun telah didistribusikan tetap pemeriksaan dilakukan terus,” ujarnya.

Ichsan menilai, pemerintah sedang berhati-hati sebelum menggunakan vaksin Astrazeneca CTMAV547 tersebut, ditakutkan terjadi hal yang tidak diharapkan.

Vaksionologi Unhas, Yenni Yusuf mengatakan, ditariknya vaksin karena ada pemicunya, yakni kasus kematian di Jawa dimana seorang pemuda 22 tahun meninggal dunia pasca divaksin.

“Tapi belum dipastikan juga kematiannya karena vaksin atau ada sesuatu yang lain. Tentu saja ada kehati-hatian, harus dilakukan pemeriksaan kembali seperti yang diputuskan pemerintah,” tuturnya.

Kejadian yang sama juga terjadi di luar negeri, dimana ada beberapa laporan terjadi kasus trombosis atau pembekuan darah dibagian otak dan bisa menyebabkan kematian.

“Sudah cukup banyak laporan akhirnya beberapa negara di Eropa membatasi penggunaan,” jelasnya.

Diketahui, total produksi vaksin Astrazeneca Batch CTMV547 berjumlah 448.480, jumlah ini termasuk dalam 3.853.000 dosis vaksin Astrazeneca yang diterima Indonesia pada 27 April lalu melalui COVAX FacilituLWorld Health Organization (WHO).

Penghentiannya merupakan tindak lanjut dari laporan Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) dua warga DKI Jakarta yang meninggal usai divaksin. (*)