oleh

Kolam Limbah PTPN XIV Terbakar, WALHI Sulsel Desak Polda Lakukan Penyelidikan

Editor : Ashar Abdullah-Megapolitan, Peristiwa-

MAKASSAR, RAKSUL – Kebakaran kolam limbah PTPN XIV yang terjadi di desa Lagego kecamatan Burau Luwu timur, Jumat (14/05), mendapat respon keras dari WALHI Sulawesi Selatan (Sulsel.

Menurut WALHI Sulsel, kebakaran tersebut meperlihatkan adanya pengelolaan limbah yang buruk dan bentuk kelalaian menagemen PTPN XIV terhadap perlindungan lingkungan hidup.

WALHI Sulsel pun menegaskan bahwa peristiwa kebakaran di kolam limbah milik PTPN XIV di Lutim harus menjadi perhatian serius penegak hukum.

Staf Advokasi dan Kajian WALHI Sulsel, Arif Maulana, mengemukakan, kebakaran di lokasi limbah masuk kategori pencemaran lingkungan, artinya masuk dalam praktek kejahatan lingkungan atau perbuatan tindak pidana lingkungan.

“Peristiwa itu sudah dapat dikategorikan sebagai perbuatan tindak pidana lingkungan, karena lalai mengelola limbah secara benar sesuai dokumen lingkungan yang mereka terbitkan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Arif, pencemaran limbah di lokasi pabrik PTPN XIV, PKS Luwu Timur bukan yang pertama kali.

“Sebelumnya, pernah terjadi pencemaran sungai yang disebabkan oleh limbah pabrik PTPN XIV pada tahun 2018. Sehingga ini kali kedua pencemaran lingkungan terjadi area pabrik PTPN XIV,” paparnya.

Alumni Fakultas Hukum UMI ini menambahkan bahwa dengan adanya beberapa kasus pencemaran lingkungan akibat limbah PTPN XIV, ini artinya bahwa pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh menagemen PTPN XIV di Luwu Timur sangat buruk dan membahayakan keselamatan warga setempat.

“Oleh karena itu, WALHI Sulsel meminta Polda sulsel untuk turun tangan melakukan penyelidikan dan memeriksa manager PTPN XIV Luwu Andi Evan atas peristiwa kebakaran limbah pabrik PTPN XIV,” jelasnya

Karena menurutnya, Andi Evan merupakan penanggungjawab penuh segala aktivitas yang dilakukan oleh PTPN XIV di Luwu Timur.