oleh

Dishub Sulsel Klaim 1600 Pemudik Dipaksa Putar Balik

Editor :Armansyah , Penulis : Ami-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Larangan mudik idul Fitri masih berlaku hingga hari ini, Senin (17/5), namun tak sedikit pemudik yang berhasil lolos pulang ke kampung halaman. Bukan karena lewat jalur tikus tapi sama sekali tidak ada pemeriksaan di titik penyekatan.

Beberapa pemudik asal Pangkep yang ditemui mengaku, bisa lolos pulang kampung karena tidak ada penjagaan sama sekali seperti yang disampaikan pemerintah. Begitu juga yang disampaikan pemudik asal Kabupaten Pinrang, Febriawan.

Kata dia, saat berangkat dari Makassar hingga ke tempat tujuan, semua kendaraan melaju tanpa diberhentikan maupun diperiksa petugas. Ia berangkat dinihari dari Makassar dan sampai pukul 10 pagi.

“Tidak ada pemeriksaan seperti yang dikabarkan,” ucapnya.

Berbeda, versi Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, sejak berlakunya pelarangan mudik petugas sudah menjaring 1600 kendaraan untuk disuruh putar balik. Intensitas pemudik bahkan mulai meningkat sehari menjelang lebaran.

“Data per hari h (lebaran) kurang lebih 1600 kendaraan. Saya curiga sampai 2000. Bahkan beberapa bus disuruh putar balik di Parepare, dari Tator ke Makassar,” ucap Muhammad Arafah, Minggu (16/5).

Ia menjelaskan, jika tidak ada larangan mudik tahun ini, potensi pemudik mencapai 2.1 juta orang. Namun setelah dilarang, pergerakan kendaraan diprediksi sekitar 500-600 ribu.

“Karena ada penyekatan dan sosialisasi massif kami menduga bahwa itu tidak sampai ratusan ribu, sehingga memang sepi,” ujarnya.

Arafah juga menyebut, belum ada lonjakan pergerakan kendaraan masuk ke wilayah Maros, Makassar, Gowa, Takalar (Mamminasata). Ia memprediksi, lonjakan akan terjadi pada hari Selasa hingga Rabu besok oleh pemudik yang mencuri star di awal.

“Karena kita menduga banyak saudara kita yang terlanjur mudik baliknya di tanggal 18 keatas stelah penyekatan ini berkahir,” sebutnya.

“Belum ada siginifikan lonjakan pergerakan kendaraan masuk, kita masih memonitor apakah sebentar sore atau malam, cuma memang pegawai dari Pemprov sudah disampaikan ada edaran untuk tidak cuti dan tidak mudik,” sambungnya. (*)