oleh

Pembantaian Poso Terulang, Aktivis Asal Toraja Sentil Menhan

Editor :Armansyah , Penulis : Cherly-Berita, Daerah, Toraja-

TORAJA, RAKYATSULSEL.CO – Pembantaian Poso terulang. Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) diduga melakukan pembantaian warga sipil sebanyak 4 orang asal Toraja di wilayah perkebunan Desa Napu, Poso, Selasa (11/5).

Peristiwa ini mendapat kecaman sejumlah pihak, salah satunya dari aktivis Toraja, David Pajung, Jumat (14/5). Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA JP) itu meminta Menteri Pertahanan (Menhan) segera bertindak.

Kata dia, pembantaian yang sadis tersebut dapat merusak pancasila dan keutuhan NKRI dan pertahanan negara. Ia menilai kondisi merupakan tanggungjawab Mentri Pertahanan (Menhan) lantaran tidak mampu melakukan pemberantasan dan menumpas aksi tersebut.

“Menhan harus serius, sistematis dan massif untuk melakukan pembersihan terhadap seluruh gerakan teror di tanah air, baik yang ada di Papua, Poso dan tempat lain di wilayah kedaulatan RI,” tegas David aktivis 98 ini, yang juga sekjen Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI).

David menjelaskan, gerakan teroris di Poso yang selama 16 tahun telah melakukan pembantaian secara berulang dan cara yang sadis. Namun, hingga saat ini belum berhasil sehingga presiden harus melakukan evaluasi terhadap Menhan yang tidak mampu memberi perlindungan bagi rakyat Indonesia.

“Kegagalan Menhan sangat jelas mulai dari karamnya kapal selam Nanggala, teror KKB Papua, dan kini kembali teror Poso dimana hal ini merupakan tugas dan tanggung jawabnya,  karena terkait pertahanan dan keselamatan negara,” paparnya. (*)