oleh

Pasca Terpilih, Pengurus KNPI Parepare Audiensi ke Wali Kota, Taufan Pawe: Saya Apresiasi

Editor :Niar-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL- Pengurus KNPI Parepare periode 2021-2024 melakukan audiensi bersama Wali Kota Parepare, Taufan Pawe. Audiensi yang dipimpin Ketua KNPI terpilih Muhammad Ramdhan ini diterima di ruang kerja Wali Kota Parepare, Senin, (10/5/2021).

Dalam audiensi itu, Taufan Pawe menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap pengurus yang terpilih dari hasil musda yang berjalan tertib dan aman itu.

“Harapan saya jangan sia-siakan amanah pemuda. Tanggalkan predikat keangkuhan, jangan ada kesan wah. Saya mengapresiasi pertemuan kita. Ternyata KNPI hasil musda membawa paradigma yang lebih maju menjadikan laboratorium pemuda terbarukan. Saya senang dan bangga kepada ananda sekalian. Mari kita bermitra, di sektor Pendidikan di sini ada Pak Kadis Pendidikan, dan di sektor Kemudaan ada Pak Kadisporapar. Program-program bisa kita sinergikan,” ujar Taufan Pawe didampingi Kepala Disporapar Parepare, Amarun Agung Hamka, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Arifuddin Idris, bersama sejumlah Kepala SKPD.

Selain menyampaikan hasil musda, Ketua KNPI terpilih, Muhammad Ramdhan juga meminta kesediaan Wali Kota Parepare menyaksikan pelantikan pengurus KNPI periode 2021-2024 itu.

“Kami juga mengagendakan seremonial pelantikan. Kami berharap momentum pelantikan dapat disaksikan langsung oleh Bapak Walikota,” harap MR, singkatan nama dia.

MR menegaskan, di pundak kepemimpinannya, ia berkomitmen menjadikan KNPI sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Parepare.

“Saya bertanggung jawab penuh dan memimpin barusan pemuda Parepare dengan menegaskan peran dan posisi KNPI sebagai mitra pemerintah,” tegas MR di hadapan Wali Kota Parepare dan jajarannya.

Visi misi yang diusungnya saat Musda lalu menjadikan KNPI sebagai Laboratorium SDM Pemuda Terbarukan menurutnya merupakan inspirasi dari Wali Kota Parepare.

“Itu inspirasi dari Pak Wali. Sumber daya pemuda terbarukan, unggul dalam pengetahuan, memiliki nilai-nilai agama, dan kearifan lokal,” tandas MR. (*)