oleh

Sulsel Garap Dry Port di Jeneponto dan Barru

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dua daerah di Sulsel, Kabupaten Jeneponto dan Barru disasar untuk mengembangkan pelabuhan daratan atau dry port. Untuk tahap awal, pelabuhan daratan di Jeneponto akan dibangun diatas lahan dua hektare di Kampung Boyong. Kapasitasnya mencapai 600 kontainer.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, pembangunan pelabuhan daratan melibatkan tiga pihak yaitu Pemprov Sulsel, Pelindo IV dan Pemkab Jeneponto.

“Tahun ini, kita akan bangun dry port bagian selatan. Diharapkan nantinya ini akan menjadi titik tumbuh ekonomi baru, modelnya akan seperti di Cikarang, Jakarta,” kata Ashari, Minggu (9/5).

Nantinya, Jeneponto akan melayani distribusi barang dari Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, dan Kepulauan Selayar. “Jadi semua barang yang akan di ekspor ke luar tidak boleh lagi masuk di sini (Makassar), dari sana langsung dibawa dan menjadi tanggung jawab mereka (Pelindo, red) untuk mengangkut barang,” jelas Ashari.

Ashari mengungkapkan, selain Jeneponto untuk di bagian utara akan di tunjuk nantinya Barru melayani Pangkep, Pinrang, Enrekang, Toraja dan Sidrap. “Habis lebaran rencananya akan kami bahas lagi untuk Barru,” paparnya.

Namun, ia menyatakan bahwa nantinya untuk pengembangan pelabuhan darat ini masih akan dilakukan kajian dengan mengundang pakar, kadis perhubungan dan stakeholder yang lain terkait kelayakan pembangunannya.

“Masih akan dikaji nanti, dengan mengundang stakeholder terkait mengetahui layak tidaknya lokasi sebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendukung hadirnya hub alias tempat yang di dalamnya terjadi aktivitas transit barang atau persinggahan barang di wilayah Indonesia Timur.

Apalagi Sulsel memiliki pelabuhan yang besar di Makassar New Port (MNP) serta bandara besar yang saat ini tengah dalam pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Andi Sudirman menyampaikan, bahwa dirinya baru saja telah melakukan perjanjian kerjasama (PKS) bersama PT. Pelindo 4 dan Pemkab Jeneponto terkait rencana pembangunan lokasi pergudangan untuk Pelabuhan Daratan atau Dry Port yang akan menjadi hub untuk wilayah Selatan di Sulsel.

“Nantinya setiap truk barang dari wilayah selatan, misalnya dari Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Takalar yang akan bergerak menuju MNP (Makassar New Port) cukup ke Dry Port Jeneponto. Di sana akan hadir perwakilan kontainer untuk pengiriman barang serta terintegrasi online ke MNP sehingga hal ini mengurai macetnya arus masuk kota,” jelasnya.

Dengan menjadikan Jeneponto sebagai Dry Port hub Selatan, lanjut dia, “akan lahir pertumbuhan ekonomi baru dan usaha turunan bahkan akan memunculkan eksportir baru sehingga akan menambah taraf kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

“Dengan kehadiran MNP, kapal besar bisa masuk. Saat ini kapal 300 meter sudah bisa bersandar. Nantinya bisa sandar kapal sampai 400 meter. Dengan begini, kita perlu manfaatkan fungsi MNP, untuk menjadikan Sulsel sebagai hub,” katanya. (*)