oleh

Rebranding & Incentive: Sebuah Terobosan Baru dalam Penyehatan Industry Perhotelan di Indonesia

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dalam rangka untuk meningkatkan bisnis perhotelan ditengah Pandemi Covid-19, Liberta Hotels International, salah satu Hotel Operator Nasional baik sebagai Hotel Operator maupun sebagai Hotel Owner dan Investor melakukan terobosan baru.

Dimana, dengan menggandeng Adonara Hotels Group sebagai mitra kerja strategis untuk mengembangkan bisnis perhotelan di Indonesia dibawah bendera Liberta Hotels International.

Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak positif ditengah situasi bisnis perhotelan yang kurang kondusif. Kehadiran Liberta Hotels International memberikan warna tersendiri sekaligus sebagai pembeda dengan Hotel Operator lainnya di tanah air.

Untuk memperkuat sektor perhotelan, Liberta Hotels International tidak hanya hadir sebagai Hotel Operator tetapi sekaligus sebagai Investor yang memberikan stimulus atau insentive untuk pemulihan dunia pariwisata khususnya di industry perhotelan.

“Dalam rangka pemulihan ekonomi di sektor perhotelan maka khusus tahun ini kami akan mengalokasikan anggaran sebagai incentive atau stimulus dalam bentuk Rebranding khusus untuk 35 hotel di Pulau Jawa dan Bali,” ujar CEO Liberta Hotel International, Niken Prawesi, Minggu (9/5).

Kata Niken, hal ini adalah tanggung jawab moral sebagai mitra bisnis yang saling memberikan support dalam pengembangan usaha bersama. Dimana, bentuk insentive yang dilakukan ke setiap properti tentu mempunya nilai yang berbeda sesuai dengan ukuran dari hotel itu sendiri dan kategori bintang masing-masing hotel.

“Investasi yang kami lakukan semata-mata untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan hotel itu sendiri dimana alokasinya bisa dalam rebranding renovasi ataupun modal kerja,” ungkapnya.

Salah satu development yang menjadi fokus Liberta Hotel International adalah melakukan digitalisasi development atau Ecosystem digital yang saling intergrasi baik sebagai guest room assistant, booking engine, self check in, maupun smart operating system.

“Konsep ini akan mengurangi biaya investasi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam operasional hotel,” katanya.

Terpisah, VP Development Liberta Hotel International, Ruben Amor menjelaskan Liberta Hotels International mengusung tiga brand yaitu Liberta Home (Residence, jumlah kamar minimal 50, ukuran kamar minimal 10 -14 m2. Kemudian, Liberta Hub (bintang 2), ukuran kamar 14 – 16 m2, minimal 50-100 kamar. Liberta Hotel (bintang 3) ukuran kamar minimal 16-21 m2 dengan jumlah kamar minimal 100 kamar dan Harold (Bintang 4).

Melalui tangan dingin Ruben Amor dengan berbagai pengalaman sebagai Direktur Bisnis Development handal yang sukses membesarkan Aston Group sebagai salah satu Hotel Operator terbesar di Indonesia, Premier Inn London, Plateno Hotels Group China dan Adonara Hotels Group.

“Kami optimis bahwa ditengah pandemi melanda indonesia yakin sektor perhotelan akan kembali normal di awal tahun 2022. Moment ini merupakan saat yang tepat berbenah, mempersiapakan diri, melakukan renovasi atau menyelesaikan projek yang saat ini dalam pembangunan dan diharapkan awal tahun depan sudah bisa beroperasi secara normal,” jelasnya.

Liberta Hotel International terus mengembangkan kerja sama kemitraan dengan mengusung beberapa merk dagang seperti Liberta Home Depok, Liberta Hotel Malioboro Jogjakarta, Liberta Hub Blok M, Liberta Hotel Kemang, Liberta Hotel Petitenget Bali.

Kemudian, Liberta Hotel Bandung, Liberta Hotel Makassar, Liberta Hotel Solo, Liberta Hotel Purwkarata, Liberta Hotel Surabaya, Maxolie Hotel & Convention Kebumen, Amanuba Resort Bogor dan beberapa project dalam tahap pembangunan dan finishing diharapkan akan beroperasi pada akhir 2022. (*)