oleh

Dialog Kebangsaan Tanamkan Papua Bagian dari Indonesia

Editor :Armansyah , Penulis : sasa-Berita, Komunitas, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Kajian Politik, Seram Institue menggelar dialog kebangsaan di RM Torani, Makassar, Sabtu (8/5) kemarin. Tema yang dibahas yakni Mendorong Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua dan Papua Barat.

Agenda dialog itu menghadirkan perwakilan mahasiswa papua dan papua barat. Mereka mengemukakan sejumlah permasalahan yang timbul terkait dengan kondisi pasca otsus di Provinsi papua.

Bahkan sejauh ini Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat papua dalam otsus pemerintah dapat dirasakan betul oleh rakyat papua di era Jokowi.

Pengamat Pertahanan, Arqam Azikin yang menyentil akan pentingnya sinergitas antara warga Papua dan pemerintah amatlah sangat dibutuhkan. Tokoh pemuda dan paham nasionalisme dan Cinta tanah air amatlah sangat dibutuhkan dalam merangkul masyarakat papua.

“Akhir-akhir ini konflik semacam ini amatlah sangat kompleks. Beberapa waktu lalu ada insiden pengibaran bendera bintang Kejora di kedubes RI di Melbourne yang notabene dikibarkan bukan orang Papua asli, diindikasikan “pesanan atau titipan” oleh kepentingan luar negeri,” terang Arqam, Minggu (9/5).

Hal ini tidak lepas dari sumber kekayaan alam Papua, Secara strategi perang, untuk mencaplok suatu negara, maka kuncinya kuasai wilayah strategis salah satunya adalah Papua.

“Sejatinya konflik di sana sudah tidak dapat dibendung lagi negara tidak boleh kalah dengan kelompok tersebut. Perlu diketahui, banyaknya aksi kejahatan sekarang dilakukan tanpa pandang bulu. Malah yang menjadi obyek sasaran termasuk orang asli Papua,” jelasnya.

Terpisah, Warga Merauke, EvertCambo membeberkan akan persoalan yang sering terjadi di Papua akan besarnya dana otsus dinilai tidak tepat sasaran.

“Papua yang cinta NKRI masih banyak. Semoga kedepan, situasi kamtibmas dapat terjaga,” singkatnya.

Sementara, Kanit III Subdit Politik Intelkam Polda Sulsel, AKP Andi Alamsyah membeberkan dialog yang dilakukan tersebut adalah dengan melakukan pemahaman dan arahan akan penanaman nilai – nilai kebangsaan. “Papua adalah bagian dari kita maka mental serta mental ideologi merah putih harus ditanamkan sejak dini,” pungkasnya. (*)