oleh

Pelaku Penipuan Dengan Terbitkan Sertifikat Pakai Surat Kuasa Palsu Resmi Tahap 2

Editor :Armansyah , Penulis : Suryadi-Berita, Hukum, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tim penyidik Polda Sulsel resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti alias Tahap 2 tersangka kasus penipuan penerbitan sertifikat lahan dengan gunakan surat kuasa palsu di Kejaksaan Negeri Takalar.

Baca Juga: Polda Sulsel Tangkap Pelaku Penipuan Terbitkan Sertifikat Pakai Surat Kuasa Palsu

Hal itu dibenarkan oleh, Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil. Kata dia, tersangka saat ini sudah resmi tahap 2 di Kejaksaan Negeri Takalar.

“Tahap dua di Takalar” ucapnya melalui via telepone, Jumat (7/5)

Terkait rencana sidang, Idil mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi terkait hal tersebut, sementara tersangka AK sendiri ditahan di Rutan.

“Inisial AK, ditahan di Rutan,” tuturnya.

Sementara, Abd Rahman Dg Ngola selaku Karyawan PT Seven Energy Indonesia merasa lega dengan pelimpahan tersangka di Jaksa Penuntut Umun untuk segera disidangkan.

“Tentu merasa sangat senang dengan  perkembangan kasus seperti sekarang yang sudah masuk tahap 2 di Kejaksaan Negeri Takalar yang memang sudah lama kami harapkan, mengingat selama ini kami merasa sangat dirugikan oleh pelaku,” sebutnya.

Ia berharap kedepannya kasus itu terus berjalan dan pelaku mendapat ganjaran hukum yang setimpal.

“Mengenai langkah selanjutnya tentulah kami menunggu sampai prosesnya betul betul selesai sehingga tak ada lagi yang membebani pikiran,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang investor asal Korea selatan Shin Yong Ju yang dikenal sebagai Direktur utama PT Seven Energy Indonesia  mengaku telah ditipu oleh  Anton Kamuh orang kepercayaannya saat membebaskan lahan atau tanah seluas 7,4 hektar.

Lahan tanah tersebut terletak di Desa Tamalate, kecamatan Galesong Utara serta lahan yang ada di Desa Sampulungan Kecamatan Galesong Utara.

Hal ini berawal saat Shin Yong membebaskan lahan pada Januari 2008 namun Anton Kamuh membuat akte jual beli pada 2012 disaat Shin Yong berangkat ke Korea Selatan

Pelaku atau Anton Kamuh lalu mengurus akta jual beli (AJB) dengan menggunakan surat  kuasa palsu.

Dalam AJB itu , Anton Kamuh mencantumkan namanya dengan tulisan ‘dirinya bertindak untuk dan atas nama’ Presiden Direktur PT Seven Energy Indonesia

Selanjutnya tulisan bertindak dan atas nama dicoret diduga berdasarkan kesepakatan dengan camat Galesong Utara H Hamzah M Ap dan pejabat BPN Takalar Nuzuliyah.

Tak hanya itu, AJB itu lalu digunakan untuk mengurus dan menerbitkan sertifikat atas namanya.

Setelah sertifikat terbit dengan atas namanya maka selanjutnya Anton Kamuh lalu menjual lahan seluas kurang lebih  5 hektar dari 7,4 hektar kepada pihak lain masing -masing untuk Ciendrapuri  Gandatama dan (alm) Gaffar Patappe.

Untuk Gaffar Patappe seluas kurang lebih 2 hektar, sedangkan Ciendrapuri kurang lebih 3 hektar. Kini Anton sebagai pelaku telah ditangkap oleh aparat dari Polda Sulsel pada Sabtu di jalan Baji Pa’mai Kota Makassar. (*)