oleh

Jelang Lebaran, 69 PMI Deportan Tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare

Editor :Niar , Penulis : Yanti-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL- Jelang Lebaran, Pelabuhan Nusantara Kota Parepare kembali kedatangan PMI Deportan atau Pekerja Migran Indonesia sebanyak 69 orang. Para menumpang menggunakan KM Thalia Express dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (7/52021).

Sebelum diturunkan dari kapal, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Parepare bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan KKP Kelas I Makassar Wilker Parepare, menyambut dan memeriksa surat keterangan serta melakukan Rapid test kepada seluruh PMI dan melakukan pemeriksaan protokol kesehatan secara ketat dengan menyemprot Disinfektan.

Menurut Koordinator KKP Kelas I Makassar Wilayah Kerja Parepare, Ati, setelah dilakukan pemeriksaan, 3 orang PMI Deportan tersebut dinyatakan reaktif dan selanjutnya akan diserahkan ke BP2MI untuk mengambil tindakan selanjutnya, karena mereka tidak memiliki gejala, namun hasil Rapid Anti bodi reaktif.

“Jadi hasil Rapid Anti Bodinya yang reaktif, karena kita pakai dua metode. Metode pertama, swab antigen itu negatif dan dikombine dengan rapid anti bodinya, maka anti bodi IGG nya ini yang reaktif. Surat rapid tes dari nunukan menyatakan negatif, Cuma kita tracing kontak karena ada temannya yang positif disana, tapi mereka tidak berangkat. Cuma antisipasinya, kita lakukan tracing kontak,”Ungkap Ati.

Sementara Kepala Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Parepare, Capt Sahrun membenarkan, bahwa memang pagi tadi jam 8 Km Thalia tiba dari pelabuhan Nunukan dengan mengangkut penumpang PMI dari Malaysia sebanyak 69 orang.

“Jadi dikecualikan untuk PMI dan ada penumpang umum yang dikecualikan dalam surat edaran itu mereka yang dikecualikan punya surat keterangan, termasuk perjalanan dinas, kunjungan keluarga yang sakit kemudian ada ada keluarga meninggal, dan ibu hamil. Pokoknya yang dikecualikan itu boleh ikut. Karena otomatis dari pelabuhan berangkat tidak mengijinkan penumpang umum, jika tanpa keterangan,”Jelas Capt.Sahrun

Sebelum turun, para penumpang baik PMI maupun beberapa penumpang umum dilakukan pemeriksaan terkait surat keterangan atau surat Izin dari pimpinan dan instansi masing-masing.(*)