oleh

Hari ke-25 Ramadan UMI, Bahas Poligami dalam Tinjauan Islam dan Kesehatan

Editor :Armansyah-Berita, Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Hari keduapuluh lima Pesantren Ramadhan Virtual 1442 H membahas Poligami dalam Perspektif Islam dan Kesehatan, Jumat (7/5).

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Wakil Dekan I FK UMI Dr.dr.Nasruddin Andi Mappawere, Sp.OG. Bidang Pendidikan YW UMI Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar, M.A, Psikolog Syahrul, M.PSi, Hj.Nurfadjeri, M.Pd/Ketua Forum Pemerhati Perempuan, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI. Acara dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Dr.Nasruddin menjelaskan dari sisi medis perempuan memiliki keterbatasan, karena ada haid, menstruasi, dan monopouse, sementara laki-laki tetap produktif sampai usia tua. Oleh karena itu, alasan ini yang sering dijadikan latarbelakang suami menikah lebih dari satu.

“Selain itu, Islam memerintahkan untuk menikahi 2,3, sampai 4 wanita, namun jika tidak sanggup adil, maka cukup satu saja,” jelas Nasruddin.

Sementara, Psikolog Syahrul menjelaskan umumnya keluarga yang berpoligami menimbulkan ekses psikologis bagi istri-istri dan anak-anaknya. Ia menemukan ada sejumlah mahasiswa yang ayahnya berpoligami, mengalami masalah psikologis, sehingga butuh konseling di Bidang Konseling UPT PKD UMI.

“Umumnya, tidak ada wanita yang mau dipoligami, sebab menimbulkan ekses psikologis dan sosial,” jelas Syahrul.

Prof.Dr.Masrurah Mokhtar menjelaskan ada penelitiannya yang dimuat dalam buku berjudul “Jangan Larang Suami Kawin Lagi”. Isi buku tersebut menunjukkan jika istri tak mampu lagi melayani suami, maka istri tidak boleh melarang suami kawin lagi.

Sebaliknya jika istri mampu melayani dengan baik, maka suami tidak boleh berpoligami. Selain itu, ia sendiri mengalami selama bersama suaminya, ia mampu melayani dengan baik, sehingga suaminya tidak menikah lagi.

“Jika memang Allah menghendaki, biar bagaimanapun dicegah, maka suami pasti menikah lagi, demikian pula sebaliknya, biar suami didorong untuk poligami, jika Allah tidak menghendaki, maka suami tak akan menikah lagi,” jelasnya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad menutup dengan mengemukakan Islam hanya menyiapkan jalan “darurat”, bagi suami berpoligami. Sebab Rasulullah Muhammad Saw, tidak menikah selama Khadijah istrinya masih hidup. Nanti Khadijah wafat, baru Nabi menikahi Aisyah r.a yang umurnya belasan tahun.

“Karena itu, hakekatnya Islam, adalah monogami,” sebutnya. (*)