oleh

Warga Luwu Protes, PT Masmindo Belum Ganti Rugi Lahan Tambang Emas

Editor :Armansyah , Penulis : Ami-Berita, Daerah, Luwu, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Forum Pemberdayaan Masyarakat Ranteballa-Tana Luwu menyampaikan aspirasi kepada Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ihwal pengelolaan lahan tambang emas oleh PT Masmindo Dwi Area.

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Ranteballa-Tana Luwu, Ishak G Pagalla SH menyampaikan, masyarakat sampai saat ini belum merasakan manfaat atas hadirnya PT Masmindo. Bahkan Desa Ranteballa masih berada dalam kategori desa tertinggal, padahal di sana telah berdiri perusahaan tambang emas berskala internasional selama 40 tahun.

Parahnya, hingga saat ini warga desa Ranteballa belum mendapatkan kompensasi atas pembebasan lahan yang digunakan PT Masmindo Dwi Area.

“Ini cukup membingungkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Ranteballa. Padahal kehadiran PT Masmindo Dwi Area seharusnya memberikan dampak yang berarti bagi kehidupan masyarakat di atas,” kata Ishak, Kamis (6/5).

Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKL Raya), Buhari Kahar Muzakkar juga melayangkan protes, Buhari menilai PT Masmindo selama ini hanya membodohi masyarakat Luwu. Sebab, perusahaan tambang ini sudah beroperasi selama puluhan tahun, namun belum memasuki tahap eksploitasi.

“Masa puluhan tahun hanya eksplorasi atau pengujian saja, ini sama saja membodohi masyarakat dan Pemkab Luwu,” ujar Buhari yang juga mantan anggota DPRD Sulsel.

Buhari meminta ketegasan Bupati Luwu, Basmin Mattayang dan anggota DPRD Luwu untuk bersikap tegas atas keberadaan PT Masmindo. Bahkan menurut Buhari, jika memang ke
depannya tidak ada kejelasan sebaiknya ditutup saja.

“Jika tidak kejelasan kapan beroperasi (eksploitasi) sebaiknya ditutup saja. Jangan sampai sudah ada kegiatan produksi di sana (Ranteballa) diam-diam. Nanti hengkang dari Luwu setelah emas habis dikuras baru kita sadar, makanya sudah saatnya ditutup saja,” tandasnya.

Lebih lanjut Buhari menjelaskan, negara juga mengalami kerugian pajak akibat ketidakjelasan status PT Masindo terkait operasional tambang emasnya di Ranteballa.

“Silahkan cek ke instansi terkait adakah kontribusi pajak PT Masmindo ke negara selama 40 tahun eksplorasi di Ranteballa, Latimojong, Luwu,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman merespon baik aspirasi-aspirasi yang disampaikan tokoh adat dan tokoh masyarakat Ranteballa. Ia berjanji akan menindak lanjuti pihak-pihak terkait untuk memperjelas apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat Ranteballa.

Diketahui, sejak beroperasi di Luwu dari tahun 1991 hingga 2021, polemik antara PT Masmindo Dwi Area dengan warga Desa Ranteballa terkait pembebasan lahan tambang emas masih belum menemui titik terang. Bahkan sampai saat ini, warga belum mendapatkan kompensasi atas lahan yang dieksploitasi sebagai tambang emas.

PT Masmindo Dwi Area merupakan anak perusahaan asing asal Australia di bawah naungan perusahaan induk bernama Nusantara Resources Limited (Nusantara). Nusantara hingga saat ini tercatat di Bursa perdagangan Australia dengan kode NUS. (*)