oleh

Akta Lahir Hingga Kematian Rawan Dipungli

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sekretaris Saber Pungli RI, Irjen Pol Agung Makbul melakukan kunjungan selama dua hari di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kunjungannya dalam rangka memantau instansi pelayanan masyarakat.

Agung Makbul menyampaikan, hampir seluruh siklus kehidupan rawan dipungli, mulai dari akta kelahiran hingga akta kematian. Begitu juga dengan pengurusan sertifikat lainnya, ijazah, pertanahan di BPN/ATR, instansi pendidikan, hingga penguburan.

“Hari ini (kemarin) dilihat bagaimana pelayanan di Makassar dan sekitarnya, khususnya di pelayanan masyarakat, seperti bagaimana pengurusan paspor, STNK, SIM, bagaimana pertanahan, dan lainnya,” sebut Agung Makbul di Kantor Gubernur, Selasa (4/5).

Hal itulah dinilai akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa bernegara. Karena itu, harus dikikis dan dipangkas secara perlahan.

“Sebelumnya juga masih ada, makanya sedikit-sedikit akan kita pangkas, karena tidak mungkin membalikkan tangan secepat mungkin, ada tahapannya,” ucapnya.

Kendati begitu, tahun 2020 Sulsel masih dalam kategori bagus. Sebelumnya sudah ada beberapa instansi di Sulsel yang mendapat predikat Wilayah Bersih Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Dari lima kantor pelayanan publik yang dikunjungi di Sulsel, sebagian besar sudah tidak menggunakan uang cash (fresh money) melainkan melakukan pembayaran secara digital. Program digitalisasi ini dianggap bisa mengeliminir atau meniadakan praktik pungli.

“Ini menunjukkan bahwa komitmen pada pelayanan publik, khususnya di Makassar sudah memberikan pelayanan yang baik, dan sebagian besar yang saya kunjungi dari lima kantor pelayanan publik sudah tidak menggunakan fresh money, tetapi dengan menggunakan digital,” sebutnya.

Ia berharap, Makassar jadi salah satu kategori yang masuk kota bebas pungli yang akan diumumkan Desember 2021. Ada lima kriterianya, pertama Sumber Daya Manusia (SDM), operasional, sarana prasarana, anggaran, ide dan inovasi.

“Karena saingannya berat, di Jawa Barat juga ada, Kalimantan barat juga ada, jadi sudah ada yang bagus-bagus, mari kita bersaing dalam rangka menuju daerah bebas pungli,” sebutnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah melakukan penguatan tentang sistem transaksi digital. (*)