oleh

Peran Media Dalam Pencegahan Narkoba

Editor :Armansyah , Penulis : Sugihartono-Berita, Best People, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Banyaknya jumlah penduduk membuat para Bandar melirik Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan. Setidaknya hal itu terbukti dengan data yang dibeberkan oleh BNN.

Hasil penelitian BNN dengan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI, pada tahun 2019, tren prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,80 persen atau setara dengan 3,4 juta penduduk.

Angka ini dinilai cukup menghawatirkan. Sehingga, dibutuhkan kerjasama antara tokoh masyarakat, Pemerintah maupun Media dalam pemberantasan peredaran Narkoba ini.

BNN sendiri telah menyusun beberapa strategi dalam menekan prevalensi penyalahgunaan narkoba yang masih mengkhawatirkan. Diantaranya, strategi demand reduction dengan upaya pencegahan.

Kemudian, supply reduction berupa kegiatan pemberantasan dan defence active melalui kerjasama dengan berbagai stakeholder, termasuk negara lain agar barang haram itu tidak masuk ke dalam negeri.

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya mengatakan untuk pencegahan sendiri pihaknya melakukan sosialisasi penyelahgunaan Narkoba.

Dimana, telah melaksanakan sosialisasi tatap muka kepada 9.685 orang sampai pada Desember 2020.

“Lingkungan pelajar sebanyak 1.633 pelajar, lingkungan pekerja swasta atau pemerintah sebanyak 996 orang dan lingkungan masyarakat sebanyak 7.056,” katanya.

Selain itu, kata Jenderal Bintang Satu itu pihaknya juga melakukan sosialisasi di media massa baik itu cetak, Televisi hingga Radio.

“Kalau Rakyat Sulsel juga punya media online ataupun Instagram atau Youtube bisa dijadikan media promosi maupun Branding P4GN,” katanya.

Kata Ghiri, pesatnya perkembangan teknologi saat ini memaksa pihaknya untuk terus berinovasi melakukan sosialisasi salah satunya yakni melalui kanal media sosial maupub digital.

“Karena orang yang dipengaruhi bisa diukur, pesan yang disampaikan juga efektiv, kemarin kami sempat bicarakan ini bersama tim, tapi kami tersendat kepada Influencer, kalau misalnya Rakyat Sulsel misalnya Instagramnya pengikutnya sekitar puluhan ribu atau ratusan nanti kanal itu saja yang kita gunakan,” katanya.

Terpisah, Direktur Harian Rakyat Sulsel Imran Umar mengatakan Rakyat Sulsel sendiri selain koran cetak, juga di Backup oleh dua media online yakni Rakyatsulsel.co dan Bacapesan.com.

“Ini sebagai bentuk Respon Rakyat Sulsel terhadap perkembangan Jaman, karena kami tahu media selain menjadi alat kontrol juga menjadi kanal edukasi termasuk penyalah gunaan Narkotika,” katanya

.Lanjut Imran, Rakyat Sulsel membuka diri kepada BNNP bila ingin mensosialisasikan pencegahan Narkoba di Sulsel. “Apalagi pak Jenderal suka menulis, nanti kami sediakan space di cetak, dan nanti akan di Backup juga di online Rakyat Sulsel,”

“Kami juga sedang mengembangkan Instagram dan dalam waktu dekat juga akan mengembangkan Podcast, siapatau pak Jenderal bersedia diundang untuk membahas fenomena peredaan Narkoba berikut dengan cara pencegahannya,” tutupnya. (*)