oleh

Komisi VII DPR RI Dorong Ranperda Energi Daerah di Sulsel

Editor :Armansyah , Penulis : Fahrullah-Berita, Legislatif-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andi Yuliana Paris bersama dengan Dewan Energi Nasional (DEN) mendorongan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Umum Energi Daerah untuk segera dibahas menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Ia mengatakan, kebutuhan energi saat ini sangat dibutuhkan oleh semua daerah termasuk juga merencanakan perkembangan global.

“Pemerintah daerah dan pusat bisa menerapkan langkah-langkah jika ada kondisi darurat. Sulawesi Barat Ranperdanya sudah selesai, kita di Sulsel kita tidak boleh kalah dengan daerah lain,” ujarnya saat berkunjung di Kantor DPRD Provinsi Sulsel, Senin (3/5).

Politisi PAN ini menyebutkan, Sulsel memiliki begitu banyak energi. Dirinya berharap, setelah Ramperda ini disahkan nantinya bisa mengudang banyak investor.

“Apalagi Sulsel telah memiliki dua energi, yakni bayu atau angin di kabupaten Sidrap dan Jeneponto. Kita harap secepatnya Ranperda segera selesai jangan mau kalah dengan Sulbar, masa kita belum ada,” jelas Andi Yuliana.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyatakan, jika pada 15 Maret 2021 Ranperda Umum Energi Daerah telah diusulkan Gubernur Sulsel dan saat ini telah dibahas oleh DPRD Sulsel.

“Kita ketahui Sulsel daerah yang memiliki cadangan listrik yang cukup baik, tapi masih ada daerah yang belum terpenuhi aliran listrik, khususnya daerah kepulauan,” paparnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sulsel, Andi Januar Jaury mengemukakan memang pembahasan Ranperda Umum Energi agak lambat, karena dia harus diselaraskan dengan peraturan pemerintah dan pusat.

“Memang Sulsel agak lambat, tapi secara substansi bagai kami di Bapemperda tidak begitu banyak. Tapi lampiran panduan itu betul-bentul harus sampai ke dinas ESDM Provinsi Sulsel,” kata Andi Januar Jaury.

Politisi Demokrat ini menyebutkan, DEN juga harus memikirkan Sulsel karena daerah ini menjadi gerbang Indonesia timur. Apalagi rancangan Ranperda ini dimulai dari tahun 2020 hingga 2050. (*)