oleh

Jelang Musda Partai Demokrat Sulsel, Ulla’ Masih Kuat

Editor :Armansyah , Penulis : Suryadi-Berita, Partai, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulsel rencananya akan digelar Juni mendatang, meski belum ada jadwal pasti dari DPP.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah mengatakan, untuk pelaksanaan Musda, Peraturan Organisasi (PO) belum disiapkan. Namun, dipastikan Musda digelar Juni mendatang.

“Sekarang memang belum ada jadwal. Tapi, PO ini yang mengatur mekanisme Musda. Kalau PO saja belum selesai, maka DPP belum bisa menentukan jadwalnya. Jadi kemungkinan Juni,” cetusnya, Minggu (2/5/2021) saat dikonfirmasi.

Saat ini, kata Ulla–sapaan akrab Ni’matullah, partai berlambang Mercy itu tengah fokus konsolidasi internal hingga ke tingkat ranting guna memastikan kesolidan tetap terjaga pasca adanya KLB.

DPP, kata Ulla, meminta DPD Demokrat fokus konsolidasi dan fokus penanganan pandemi Covid-19 untuk sementara waktu.

“Kita diminta konsolidasi aja dulu. Rapatkan barisan. Intensifkan komunikasi internal dulu. Kita ingin fokus supaya anggota DPRD fokus bekerja untuk rakyat,” kata Ulla.

Dia juga mengingatkan kepada kader untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi, sebagai kunci utama soliditas.

“Seberat apapun ujian, asalkan kader solid, niscaya mampu melewatinya. Sekarang, saatnya Demokrat bangkit kembali. Maka sekarang ini fokus konsolidasi internal,” terangnya.

Yang pasti kata dia, dirinya siap maju kembali di Musda Demokrat Sulawesi Selatan. “Saya harap kader Partai Demokrat Sulsel di bawah kepemimpinan saya kian solid. Insya Allah pasti saya siap maju kembali di Musda,” kata Ulla.

Ulla’–sapaan akrab Ni’matullah mengaku belum ingin bermanuver lebih jauh terkait keinginannya maju kembali di Musda. Ia optimis DPD akan kembali mempercayakan dirinya memimpin Demokrat untuk lima tahun ke depan.

“Soal penentuan ketua saya optimis. Saya sebagai Ketua Demokrat Sulsel sudah dua kali menghadapi verifikasi partai. Bukan sesuatu yang berat lah,” jelas Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.

Sekadar diketahui, Ilham Arief Sirajuddin (AIAS) digadang-gadang jadi penantang kuat petahana Ni’matullah Erbe yang juga berkeinginan mempertahankan posisinya sebagai ketua DPD Demokrat Sulsel.

Pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menilai, peluang Ulla’ memimpin Demokrat masih kuat. Menurutnya, selain berstatus petahana, juga posisi wakil ketua DPRD Sulsel.

“Termasuk dekat dengan ketua umum AHY, tentu menjadi modal bertarung kembali. Yang pasti pak Ulla masih kuat, meskipun tidak bisa dipandang sebelah mata pergerakan IAS (Ilham Arief Sirajuddin),” jelas Firdaus.

Namun, dari sisi pengalaman, dia menilai IAS dan Ulla sama-sama punya pengalaman dan basis di 24 daerah. Oleh sebab itu, dia mengimbau agar calon intens komunikasi dengan pemilik suara.

“Pak IAS dan pak Ulla’ masing-masing punya pengalaman. Hanya saja yang aktif pak Ulla akan punya pengaruh komunikasi ke tingkat DPC karena status ketua DPD Sulsel. Jadi ibarat Ulla incumbent. Hanya saja pilihan tergantung siapa kendalikan DPC,” tuturnya.

Firdaus menyebutkan bahwa IAS harus manfaatkan struktur lama untuk bergerak ke tingkat bawa mencari suara. Hal ini agar dia tau bagaimana pemetaan basis di lokasi.

“Konsep rekonsiliasi soliditas penting di daerah. Sejauh mana keseriusan mereka berdua maju dan komitmen menjaga marwah partai,” pungkasnya. (*)